WartaPendidikan.co.id, JAMBI, 3 Februari 2026 – Kasus dugaan pengeroyokan guru berinisial AS oleh siswanya di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) memicu langkah tegas dari Pemerintah Provinsi Jambi. Sebagai bentuk evaluasi total, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi akan menggelar tes psikologi massal bagi tenaga pendidik.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jambi, Al Haris. Pihaknya pun telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak medis.

“Malam Sabtu kemarin kami sudah diperintah Pak Gubernur. Kami sudah berkoordinasi dengan Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Jambi untuk melakukan tes psikologi,” ujar Umar pada Senin, 2 Februari 2026.

Fokus Tahap Awal: 289 Kepala Sekolah

Meski ditargetkan untuk seluruh tenaga kependidikan, Umar menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, tes akan difokuskan kepada para pimpinan sekolah negeri.

  • Target Peserta: 289 Kepala Satuan Pendidikan (Kepsek).

  • Waktu Pelaksanaan: Direncanakan mulai pertengahan Februari 2026.

  • Sumber Dana: Sedang dikaji, kemungkinan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Tujuan utama dari tes ini adalah memastikan stabilitas emosi dan kesehatan mental para kepala sekolah tetap terjaga dalam mengelola manajemen pendidikan, sehingga kualitas belajar mengajar tidak terganggu oleh beban psikologis.

Update Nasib Guru Korban Pengeroyokan

Terkait kondisi AS, guru SMKN 3 Tanjabtim yang menjadi korban pengeroyokan, Umar memastikan yang bersangkutan juga akan menjalani pendalaman psikologis sesuai arahan Gubernur.

Untuk menjamin keamanan dan menjaga kondusivitas di lingkungan sekolah, saat ini AS ditarik sementara ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sembari menunggu proses mediasi dan administrasi tuntas.

“Kita mengantisipasi jangan sampai ketika dia kembali ke sekolah, justru terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Maka selama proses mediasi, guru yang bersangkutan ditempatkan di Dinas Pendidikan,” pungkas Umar.

Baca juga :  Gubernur Jambi Minta Pemasangan Jembatan Darurat di Bungo Dikebut