WartaPendidikan.co.id, Tegal, 4 Februari 2026 –Bencana tanah bergerak kembali menghantui warga di lereng Gunung Slamet. Hujan deras yang mengguyur Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal sejak Senin mengakibatkan kerusakan masif pada permukiman warga dan fasilitas pendidikan. Tercatat, sebanyak 80 rumah warga rusak dan operasional Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Adalah terancam lumpuh total.
Kronologi: Berawal dari Retakan Kecil
Pergerakan tanah mulai dirasakan warga sejak Senin sore setelah hujan intensitas tinggi tak kunjung reda. Pengurus Ponpes Al-Adalah, Mohamad Furqon, menjelaskan bahwa kerusakan mulai terlihat signifikan pada tengah malam.
“Awalnya hanya retakan rambut pada Senin sore, tapi kondisi terparah terjadi tengah malam. Tanah bergerak pelan tapi merusak bangunan vital,” ujar Furqon pada Selasa, 3 Februari 2026.
Akibatnya, sebanyak 526 santri kini dalam kondisi waspada. Pihak pesantren telah mengosongkan Asrama Putra 1 yang mengalami kerusakan paling parah dan memindahkan para santri ke lokasi yang dianggap lebih stabil.
Rincian Kerusakan Fasilitas Pendidikan
Kerusakan tidak hanya menimpa asrama, tetapi juga melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di bawah Yayasan Al Mahbub. Beberapa unit sekolah terpaksa diliburkan karena kondisi bangunan yang miring dan retak menganga.
Daftar Fasilitas Terdampak:
-
Asrama: 4 Kamar Santri (Asrama Putra 1) rusak berat.
-
SMA: 4 Ruang Kelas.
-
SMP: 3 Ruang Kelas dan 1 Perpustakaan.
-
PAUD: 3 Ruang Kelas.
Desa Padasari Lumpuh: Jalan Putus, Bangunan Ambruk
Kepala Desa Padasari, Mashuri, menyebut bencana ini sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Selain menyasar pesantren, infrastruktur desa juga mengalami kerusakan hebat.
“Warga segera menyelamatkan diri saat tanah mulai bergerak, sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material sangat besar,” jelas Mashuri.
Berdasarkan data sementara, dampak bencana meliputi:
-
Rumah Warga: ± 80 unit (beberapa di antaranya ambruk).
-
Fasilitas Umum: Mushola, Balai Desa, dan kantor sekolah.
-
Infrastruktur: Jalan penghubung desa rusak parah hingga putus.
Alih Fungsi Lahan Diduga Jadi Pemicu
Kondisi lingkungan di lereng Gunung Slamet yang kian gundul diduga mempercepat laju tanah bergerak. Alih fungsi lahan dari hutan menjadi perkebunan jagung disinyalir mengurangi kemampuan tanah untuk menahan air hujan secara optimal.
Saat ini, BPBD Kabupaten Tegal tengah berkoordinasi untuk mendirikan dapur umum dan posko pengungsian di SD Padasari. Pemerintah Kabupaten Tegal dan Kementerian Agama juga telah mendapat laporan terkait status darurat ini. Warga berharap adanya kajian geologi mendalam mengingat wilayah Padasari merupakan zona merah rawan bencana.



Leave a Reply