WartaPendidikan.co.id, BATANGHARI, 4 Februari 2026 – Aksi kriminalitas jalanan kembali memakan korban. Seorang guru yang mengajar di SD 42/1 Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, menjadi korban penyekapan dan perampokan di dalam sebuah mobil yang diduga merupakan travel gelap pada Selasa, 3 Februari 2026.

Selain kehilangan harta benda, korban dilaporkan mengalami syok berat akibat tekanan psikologis selama kejadian berlangsung.

Peristiwa tragis ini bermula saat korban hendak berangkat atau pulang mengajar. Mengingat jarak tempuh yang cukup jauh dari rumahnya, korban diduga menaiki kendaraan pribadi yang menawarkan jasa angkutan (travel gelap). Namun, di tengah perjalanan, pelaku justru melakukan penyekapan.

Pihak keluarga hingga kini belum bersedia memberikan keterangan resmi kepada media. Berdasarkan pantauan di lapangan, keluarga masih diliputi rasa trauma mendalam. Ibu korban bahkan tampak masih gemetar saat berbicara dengan warga sekitar.

“Keluarga belum bisa memberikan keterangan karena kondisi psikologis korban yang belum stabil. Mereka masih sangat trauma,” ujar salah satu pihak yang enggan disebutkan namanya.


Harta Dikuras dan Dugaan Pelecehan

Dalam aksi keji tersebut, pelaku berhasil menggasak barang berharga milik korban, di antaranya:

  • Uang tunai.

  • Satu unit telepon genggam jenis iPhone.

Informasi yang dihimpun juga menyebutkan adanya dugaan percobaan pelecehan oleh pelaku selama masa penyekapan tersebut. Hal inilah yang disinyalir memperparah kondisi psikis korban hingga saat ini.


Kesaksian Warga dan Penanganan Polisi

Syahril (60), warga setempat, membenarkan bahwa korban adalah seorang pendidik yang sangat berdedikasi dan terbiasa menempuh jarak jauh demi mengajar anak-anak di Lubuk Ruso.

“Saya tidak tahu pasti kejadiannya seperti apa, tapi memang setahu saya korban mengajar jauh dari sini,” katanya singkat.

Baca juga :  Stigma Negatif Jadi Tantangan Utama dalam Pendidikan Inklusif PAUD, Kemendikdasmen Upayakan Peningkatan Kompetensi Pendidik

Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian setempat. Saat ini, aparat penegak hukum tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku dan melakukan pendalaman terhadap mobil yang digunakan dalam aksi kriminal tersebut.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada dan menghindari penggunaan kendaraan pribadi yang tidak resmi (travel gelap), terutama saat bepergian seorang diri.