WartaPendidikan.co.id, SEMARANG, 9 Februari 2026 – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat pemerataan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui perluasan sekolah inklusi. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh penyandang disabilitas di 35 kabupaten/kota mendapatkan hak pendidikan yang setara dan sistematis.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani isu disabilitas secara terintegrasi. Saat ini, pemprov tengah fokus pada sinkronisasi data agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.
“Kami akui memang masih ada kekurangan dalam akses pendidikan dan kelayakan hidup. Justru karena itu, saat ini kami mulai menata kembali agar penanganannya lebih presisi,” ujar Gus Yasin saat ditemui di Semarang.
Basis Data untuk Kebijakan Tepat Sasaran
Berdasarkan data dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, tercatat sekitar 100 ribu penyandang disabilitas yang tersebar di berbagai wilayah. Pemerintah telah mengantongi peta sebaran detail tersebut sebagai landasan penguatan regulasi dan pemenuhan hak teknis di lapangan.
Dalam lima tahun terakhir, Pemprov Jateng gencar melakukan kampanye masif mengenai sekolah inklusif untuk membangun kesadaran masyarakat. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting agar tidak ada lagi stigma negatif terhadap penyandang disabilitas.
Mendorong Kemandirian Ekonomi
Lebih dari sekadar duduk di bangku sekolah, Gus Yasin menekankan bahwa tujuan akhir dari pendidikan inklusi adalah kemandirian. Pemerintah ingin para penyandang disabilitas memiliki bekal keterampilan yang cukup untuk menopang hidup mereka secara mandiri.
“Masyarakat harus paham dulu bahwa saudara-saudara kita ini butuh kelayakan hidup. Kita ingin mereka punya akses pendidikan agar bisa mandiri, bahkan hingga mampu menjadi kepala rumah tangga yang berdaya secara ekonomi,” pungkasnya.
Dengan penguatan sistem pendidikan inklusi ini, Jawa Tengah diharapkan menjadi provinsi yang ramah disabilitas dan mampu mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing tanpa memandang keterbatasan fisik.



Leave a Reply