WartaPendidikan.co.id, BANDA ACEH, 10 Februari 2026 – Pemerintah Aceh resmi menetapkan pendidikan vokasi sebagai “senjata utama” dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Langkah strategis ini diambil guna memastikan generasi muda Aceh mampu mendominasi pasar kerja, mulai dari tingkat regional hingga kancah global.
Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, saat membuka kegiatan Pemberian Kompetensi Tambahan dan Uji Kompetensi SDM Vokasional Jenjang 7 di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Senin (9/2/2026).
Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Ijazah
Dalam sambutannya mewakili Gubernur Aceh, M. Nasir menjelaskan bahwa tantangan dunia kerja saat ini tidak lagi hanya soal gelar, melainkan pembuktian kompetensi nyata.
-
Hard Skills & Analisis: Peserta didorong menguasai keterampilan teknis sekaligus kemampuan pemecahan masalah.
-
Sertifikasi Kredibel: Sertifikasi jenjang 7 menjadi bukti bahwa lulusan Aceh memiliki standar profesional yang diakui negara.
-
Kolaborasi Industri: Pemerintah mengapresiasi USK yang sukses membangun jejaring dengan dunia usaha dan lembaga sertifikasi.
“Dunia kerja berubah sangat cepat. Lulusan vokasi harus memiliki nilai tambah yang nyata agar tetap adaptif. Sertifikasi ini adalah amanah dan kepercayaan masyarakat,” tegas M. Nasir.
Pesan untuk ‘Agen Perubahan’
Sekda Aceh mengingatkan para peserta bahwa keahlian teknis harus dibarengi dengan integritas tinggi. Ia menekankan bahwa keberhasilan di masa depan tidak bisa diraih secara individual, melainkan melalui kerja tim yang solid.
“Bangunlah budaya kolaborasi. Jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menjaga kejujuran dan etika profesi,” pungkasnya.
Peran Vital USK dalam Pembangunan Daerah
Pemerintah Aceh memberikan apresiasi khusus kepada Universitas Syiah Kuala (USK). Sebagai mitra strategis, USK dinilai konsisten menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, sehingga mampu menekan angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja ahli.
Dengan penguatan vokasi ini, Aceh optimistis dapat mentransformasi wajah ekonomi daerah melalui tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan zaman.



Leave a Reply