WartaPendidikan.co.id, MOJOKERTO, 10 Februari 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, tancap gas merealisasikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan. Melalui konsep ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sekolah kini didorong tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tapi juga ruang pembentukan karakter yang manusiawi.
Dalam kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Senin (9/2/2026), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa lingkungan sekolah yang bersih dan hijau adalah kunci utama kenyamanan belajar.
Apa itu Sekolah ASRI?
Program ini merupakan integrasi dari semangat nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo untuk membangun habituasi baru bagi generasi muda. Empat pilar utamanya adalah:
-
Aman: Anak-anak tenang belajar, berani berpendapat, dan bebas dari perundungan (bullying).
-
Sehat: Fokus pada kesehatan fisik, termasuk lingkungan bebas asap rokok dan udara kelas yang segar.
-
Resik (Bersih): Pembiasaan pengelolaan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sejak dini.
-
Indah: Penataan ruang kelas dan lingkungan yang sejuk serta tertata rapi.
“Sekolah yang aman dan nyaman juga harus menjadi sekolah yang asri. Lingkungan yang bersih dan sejuk akan membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab pada peserta didik,” ujar Abdul Mu’ti.
Amanatul Ummah Jadi Model Nasional: Ribuan Siswa Tanpa Rokok
Dalam kunjungannya ke SMP–SMA Amanatul Ummah, Mojokerto, Mendikdasmen memberikan apresiasi setinggi langit. Ia terpukau dengan sistem kedisiplinan pesantren yang berhasil menciptakan lingkungan bebas rokok bagi ribuan siswanya.
“Ini bisa menjadi contoh nasional. Sekolah model di mana ribuan peserta didiknya tidak ada satu pun yang merokok. Ikrar yang dibacakan rutin di sini adalah fondasi karakter yang luar biasa,” puji Mendikdasmen.
Membangun Karakter, Bukan Sekadar Gedung
Tak hanya di Mojokerto, Abdul Mu’ti juga meresmikan gedung baru sekolah dasar di Surabaya. Namun, ia mengingatkan para pendidik bahwa pembangunan fisik hanyalah sarana.
“Yang kita bangun bukan hanya gedung yang kokoh, tetapi karakter yang kuat. Kita ingin lahir generasi yang cerdas intelektual, matang secara sosial, dan kuat secara spiritual,” pungkasnya.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menyambut baik arahan ini. Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan sekolah berbasis karakter akan melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga memiliki empati sosial yang tinggi.



Leave a Reply