WartaPendidikan.co.id, TANJAB TIMUR, 11 Februari 2026 – Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur (Kejari Tanjabtim) terus memperkuat benteng perlindungan anak di lingkungan sekolah. Melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), para korps baju cokelat ini turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi hukum mengenai bahaya kekerasan dan perundungan (bullying).
Kegiatan yang menyasar pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum sejak dini sekaligus membentuk karakter siswa yang disiplin dan saling menghormati.
Fokus pada Bahaya Perundungan
Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjabtim, Rahmad Abdul, menjelaskan bahwa program JMS di SMPN 17 Tanjabtim merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Materi yang disampaikan tidak hanya soal pasal hukum, tetapi juga etika pergaulan.
“Kami memberikan pemahaman hukum yang relevan dengan kehidupan siswa sehari-hari. Fokus utamanya adalah pencegahan perundungan antarpelajar yang saat ini menjadi isu krusial,” ujar Rahmad Abdul.
Selain masalah bullying, para jaksa juga memaparkan tentang:
-
Tata Tertib Sekolah: Pentingnya kepatuhan siswa terhadap aturan internal.
-
Hak dan Kewajiban: Pemahaman mengenai perlindungan bagi guru sebagai pendidik serta hak siswa untuk mendapatkan pendidikan yang bermartabat.
-
Kode Etik Profesi: Memberikan gambaran batasan hukum bagi guru dalam membimbing siswa.
Kedepankan Dialog dalam Masalah Hukum
Rahmad Abdul menambahkan, jika muncul persoalan di lingkungan sekolah, Kejari mendorong penyelesaian melalui mekanisme dialogis dan pendekatan internal yang konstruktif. Hal ini dilakukan agar konflik tidak berlanjut menjadi masalah hukum yang lebih kompleks.
“Pendekatan dialogis adalah kunci. Kami ingin guru dan siswa memahami batasan masing-masing sehingga tercipta budaya sekolah yang positif, di mana setiap individu merasa dihargai,” tambahnya.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Kepala SMPN 17 Tanjabtim, Hasnah, menyambut baik inisiatif Kejari Tanjabtim ini. Menurutnya, kehadiran jaksa di sekolah memberikan perspektif baru bagi siswa tentang pentingnya integritas dan kepatuhan hukum.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bekal pengetahuan hukum sangat penting agar siswa memiliki benteng diri dalam menghadapi tantangan masa depan dan tidak terjerumus pada perilaku melanggar hukum,” ungkap Hasnah.
Program Jaksa Masuk Sekolah ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda Tanjung Jabung Timur yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar hukum dan memiliki moralitas yang tinggi.



Leave a Reply