WartaPendidikan.co.id, Madiun – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Kota Madiun. Sebanyak 3.044 peserta didik di “Kota Pendekar” dilaporkan mengikuti ujian dengan lancar tanpa kendala teknis yang berarti.

Kepala Dindik Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang meninjau langsung pelaksanaan di SMP Negeri 1 Kota Madiun, menyebut kesiapan infrastruktur di wilayah ini merupakan salah satu yang terbaik di Jawa Timur. Hal ini tidak lepas dari dukungan fasilitas laptop dan Chromebook yang dipinjamkan Pemkot Madiun kepada tiap siswa.

“Kesiapan sekolah di Kota Madiun sudah sangat matang. Mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan di lapangan,” ujar Aries kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Beda dari Surabaya dan Sidoarjo Aries menyoroti perbedaan signifikan pelaksanaan TKA di Kota Madiun dibandingkan daerah besar lainnya seperti Surabaya atau Sidoarjo. Jika di daerah lain siswa harus bergantian menggunakan perangkat sekolah dalam beberapa sesi, di Madiun setiap siswa sudah memiliki perangkat mandiri.

“Beberapa daerah karena menggunakan PC milik sekolah, maka mereka harus beradaptasi dan dibagi per sesi. Di Kota Madiun ini luar biasa, setiap anak punya perangkat masing-masing, sehingga berjalan lebih efektif,” tambahnya.

TKA Bukan Momok Menakutkan Dalam kunjungannya, Aries juga memberikan pesan penyemangat kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa TKA bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Menurutnya, tes ini hanyalah alat ukur untuk melihat kualitas pendidikan sekaligus potret dari proses belajar siswa selama tiga tahun, sejak kelas VII hingga IX.

“TKA ini bukan untuk menakut-nakuti. Saya minta anak-anak tetap santai, jangan tegang. Ini hanya untuk melihat sejauh mana hasil belajar selama tiga tahun terakhir,” jelasnya.

Baca juga :  Perkuat Sinergi Pendidikan, Kemendikdasmen Gelar Silaturahmi Ramadan Bersama Fortadik

Jadi Contoh bagi Daerah Lain Dengan dukungan Smart City yang kuat, Kota Madiun dinilai mampu menjadi percontohan dalam penyelenggaraan ujian berbasis digital. Kelancaran koneksi internet dan ketersediaan perangkat menjadi kunci utama keberhasilan ini.

Hasil dari TKA ini nantinya akan menjadi salah satu indikator penting bagi siswa untuk memetakan kemampuan mereka sebelum melangkah ke jenjang pendidikan menengah atas (SMA/SMK).