WartaPendidikan.co.id, Jambi – Malam pergantian tahun 2026 di Kota Jambi menjadi saksi bisu kuatnya persaudaraan antarwarga. Tanpa hura-hura dan kembang api, ribuan orang berkumpul di Taman Banjuran Budayo untuk berdoa bagi keselamatan bangsa. Acara ini sengaja didesain sederhana namun memiliki makna mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat yang hadir secara inklusif.
Selain doa bersama, acara ini juga menampilkan kreativitas komunitas disabilitas dan hiburan berbasis kebudayaan lokal. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa arah pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi semata. Pembangunan karakter dan nilai kemanusiaan kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Bagi Maulana, keterlibatan aktif masyarakat dalam penggalangan dana kemanusiaan menunjukkan kualitas sosial warga Jambi yang sesungguhnya. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di malam pergantian tahun ini mencerminkan tingginya empati kolektif masyarakat terhadap penderitaan sesama, terutama para korban bencana alam di Pulau Sumatera.
“Ini bukan sekadar peringatan Tahun Baru, tetapi momentum untuk menguatkan rasa empati, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Apa yang dilakukan malam ini adalah wajah sejati masyarakat Kota Jambi,” tegasnya dengan penuh haru.
Konsep perayaan yang sarat makna ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada generasi muda bahwa kebahagiaan sejati ditemukan dalam berbagi. Pemkot Jambi berharap tradisi baru ini terus berlanjut di masa depan. Semangat “Bahagia Berbagi” kini menjadi identitas baru bagi Kota Jambi dalam menyambut setiap perubahan tahun.



Leave a Reply