WartaPendidikan.co.id, Jawa Tengah, 05 Mei 2025 – Menembus sekat bahasa dan budaya, Maryam El Banna, LLB (Bachelor of Law), menjadi bukti nyata kegigihan mahasiswa asing dalam menuntut ilmu di Indonesia. Perempuan asal Mesir ini resmi tercatat sebagai mahasiswa Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), setelah lolos seleksi pada pendaftaran gelombang kedua tahun 2024.
Keberhasilan Maryam menempatkannya sebagai mahasiswa asal Mesir kelima yang menempuh studi di UMS dalam tiga tahun terakhir. Bagi UMS, ini merupakan capaian istimewa, terlebih mayoritas mahasiswa Mesir sebelumnya merupakan alumni Universitas Al-Azhar.
“Perjuangan Maryam tidak mudah, tetapi tekadnya tak pernah surut,” ujar Dr. Imron Rosyadi, salah satu dosen pembimbingnya.
Meski menghadapi tantangan bahasa, baik Bahasa Indonesia maupun dialek Arab Ammiyah khas Mesir yang kerap sulit dipahami masyarakat Indonesia, semangat belajar Maryam tak pernah luntur. Ia dikenal sebagai pribadi yang tekun, tangguh, dan mencintai Indonesia.
Ketertarikannya pada studi Hukum Ekonomi Syariah tak lepas dari latar belakang pendidikannya di bidang hukum, serta keinginannya mendalami sistem ekonomi yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Dukungan Pendahulu dan Internasionalisasi FAI UMS
Kesuksesan Maryam tak terlepas dari kontribusi para pendahulunya di Program MHES serta peran Fakultas Agama Islam (FAI) UMS dalam mendorong internasionalisasi kampus. Dengan menyediakan kurikulum kompetitif dan pendampingan intensif, FAI UMS telah membuka pintu lebar bagi mahasiswa asing untuk menuntut ilmu di Surakarta.
“Kami bangga dengan dedikasi Maryam dan mahasiswa internasional lainnya. Mereka adalah bukti bahwa UMS siap bersaing di tingkat global,” ujar Dr. Syamsul Hidayat, M.Ag., Dekan FAI UMS.
Dengan semangat never give up, Maryam El Banna tidak hanya mengejar gelar akademis, tetapi juga menjadi jembatan budaya antara Indonesia dan Mesir. Kisah perjuangannya menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa asing lainnya untuk tak menyerah dalam menghadapi kendala bahasa dan proses adaptasi lintas budaya.
UMS pun terus berkomitmen memperkuat jejaring internasionalnya, membuka lebih banyak peluang bagi calon-calon Maryam berikutnya—para pencari ilmu yang membawa semangat persaudaraan global. (Amelia)



Leave a Reply