WartaPendidikan.co.id, JAKARTA, 11 Februari 2026 – MMS Group Indonesia (MMSGI) bersama Yayasan Life After Mine (LINE) resmi menutup rangkaian program CSR Bigger Dream Fase 3 melalui prosesi serah terima hasil kegiatan kepada Yayasan Syarif Hidayatullah di Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (7/2/2026).

Program yang menelan total nilai donasi sekitar Rp1 miliar ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik sekolah, tetapi juga menekankan pada penguatan kapasitas mental dan keterampilan murid secara berkelanjutan.

Tiga Fase Transformasi Pendidikan

Dijalankan sejak 2025 hingga awal 2026, Program Bigger Dream mengintegrasikan tiga tahap penting untuk menciptakan ekosistem belajar yang ideal:

  1. Fase Lingkungan Belajar: Renovasi 8 ruang kelas dan 2 fasilitas sanitasi dilakukan melalui dukungan MMS Land demi menjamin kenyamanan dan keamanan siswa.

  2. Fase Penguatan Kapasitas: Melibatkan 185 karyawan MMSGI sebagai relawan pengajar. Murid SD dilatih melalui storytelling, murid SMP membuat vision board, dan siswa SMK dibekali kemampuan kewirausahaan lewat Business Model Canvas.

  3. Fase Aktualisasi: Ruang bagi murid untuk mempresentasikan karya seni, rancangan usaha, dan tujuan masa depan mereka melalui bazar dan gelar karya.

Budaya Relawan: Bukan Sekadar Donasi

Hal yang membedakan program ini adalah keterlibatan langsung para karyawan. Dari total donasi, sebesar Rp256.377.884 merupakan kontribusi sukarela karyawan yang juga terjun langsung sebagai mentor di lapangan.

CEO MMSGI, Sendy Greti, menegaskan bahwa investasi sosial ini bertujuan membangun kepercayaan diri anak-anak sejak dini.

“Bigger Dream tidak hanya menghadirkan perbaikan fasilitas, tetapi membuka ruang interaksi pembelajaran. Kami ingin berbagi pengalaman dan membantu anak-anak berani menetapkan mimpi yang besar,” ujar Sendy.

Ketua Yayasan LINE, Muhammad Bihar, menambahkan bahwa pendampingan personal dari relawan adalah kunci keberlanjutan program ini. Hal senada diungkapkan Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah, Ari Tri Handini, yang melihat perubahan nyata pada rasa percaya diri 207 murid penerima manfaat di sekolahnya.

Baca juga :  Wali Kota Blitar Resmikan Gedung Baru TK Al Azhar, Dukung Pendidikan Berkualitas

Dampak Nyata dan Rencana Masa Depan

Selain renovasi fisik dan pendampingan, program ini juga mendistribusikan tas sekolah serta alat tulis kepada ratusan siswa. Ke depan, MMSGI dan Yayasan LINE berencana memperluas jangkauan program ini ke wilayah lain dengan pendekatan volunteering berbasis keahlian yang lebih terstruktur.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami akan terus mengombinasikan dukungan fasilitas dengan pengayaan proses belajar yang melibatkan relawan lintas disiplin,” tutup Sendy Greti.