WartaPendidikan.co.id, 12 Februari 2026-Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (Unja) secara resmi meluncurkan tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, yakni Prodi Bedah, Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi.
Acara bersejarah ini dihadiri oleh jajaran petinggi secara luring maupun daring. Humas Unja, Tri Imam Munandar, menyebutkan bahwa selain Rektor Unja Prof. Helmi dan Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, hadir pula Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Med. Setiawan, melalui sambungan daring.
Komitmen Pemerataan Layanan Kesehatan
Rektor Unja, Prof. Helmi, menegaskan bahwa pembukaan prodi spesialis ini adalah langkah konkret universitas dalam mendukung pemerataan akses layanan kesehatan di masyarakat. Keberhasilan ini merupakan buah sinergi antara Unja dengan berbagai institusi, termasuk Kemdiktisaintek, Universitas Padjadjaran, Universitas Sumatera Utara, serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi dan rumah sakit mitra.
Dekan FKIK, Dr. dr. Humaryanto, dalam laporannya memberikan penekanan khusus pada dampak sosial dari program ini:
“Komitmen ini nantinya, para peserta didik akan ditempatkan pada daerahnya masing-masing, untuk itu kami mengajak seluruhnya untuk bersinergi dan berkolaborasi karena kita yakin bahwa ini bukan hanya milik UNJA melainkan milik bersama untuk memajukan kesehatan masyarakat Jambi,” ujar Humaryanto.
Harapan Pemerintah Daerah
Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pendidikan inklusif ini sebagai solusi bagi kekurangan tenaga medis spesialis di wilayahnya.
“Besar harapan kita bersama dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis ini dapat menciptakan pendidikan inklusif agar mempersiapkan Dokter Spesialis kompeten di masa yang akan datang, supaya bisa menjawab kebutuhan tenaga medis di Provinsi Jambi,” kata Abdullah Sani.



Leave a Reply