WartaPendidikan.co.id, Jambi, 12 Februari 2026-Pemerintah Kota Jambi kini menggeser paradigma pembangunan dengan menempatkan generasi muda dan komunitas sebagai aktor utama, bukan sekadar objek kebijakan. Visi “Kota Jambi Bahagia” diupayakan melalui pendekatan berbasis masyarakat (community-based development) guna menciptakan kota yang inklusif dan kreatif.

Poin-Poin Utama Strategi Pembangunan:

  • Sinergi Akademik dan Praktisi: Dalam forum di Universitas Jambi (10/2/2026), Wawako Diza Hazra Aljosha menegaskan bahwa aspirasi mahasiswa dan kaum muda sangat krusial karena mereka mendominasi demografi kota (lebih dari 50% dari 641 ribu jiwa).

  • Program Unggulan Berbasis Lingkungan: Kebijakan seperti Program 100 Juta per RT menjadi bukti nyata penguatan peran warga dan pemuda dalam mengelola perubahan di level akar rumput.

  • Revitalisasi Ruang Publik: Pemerintah menyulap kawasan yang sebelumnya pasif—seperti Banjuran Budayo dan Terminal Rawasari—menjadi pusat ekspresi seni, wadah UMKM, dan penggerak ekonomi kreatif bagi anak muda.

  • Kemandirian Pengelolaan Lingkungan: Melalui skema OPBM (Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat), warga dilibatkan langsung dalam rantai pengelolaan sampah di tingkat kelurahan.

  • Investasi SDM sebagai Pengganti SDA: Menyadari keterbatasan kekayaan alam, Pemkot Jambi fokus mengasah kualitas manusia. Organisasi dipandang sebagai kawah candradimuka bagi pemuda untuk membentuk kepemimpinan dan kesehatan mental.

Baca juga :  Wali Kota Jambi Teken Perjanjian Kinerja: Komitmen Nyata Menuju Pemerintahan yang Terukur dan Inovatif