WartaPendidikan.co.id, 12 Februari 2026-Panitia OlympiCAD Makassar 2026 bersama EduCourse sukses menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Membentuk Global Muslim Citizens melalui STEM, Teknologi, dan Pendidikan Internasional”. Acara yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026, di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar ini menghadirkan dua tokoh inspiratif: Mutiara Hikma Mahendradatta (CEO Maleo Group) dan Eng. Abdullah Bawazier (CEO Tymozz Iqraa Arabic).

Visi Pendidikan dan Kolaborasi Global

Seminar ini bukan sekadar diskusi, melainkan bagian strategis dari rangkaian OlympiCAD untuk memperkuat literasi STEM dan membangun jejaring pendidikan lintas negara. Salah satu target utamanya adalah inisiasi nota kesepahaman (MoU) internasional untuk mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi yang selaras dengan nilai keislaman.

Ketua Panitia, Dr. Pantja Nur Wahidin, menegaskan bahwa forum ini bertujuan menyelaraskan perspektif global dengan kebutuhan pendidikan lokal.

1. Kualitas dan Karakter di Era Digital Mutiara Hikma Mahendradatta menekankan pentingnya kesiapan institusi pendidikan dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menyoroti perlunya penguatan kompetensi teknologi seperti codingdan literasi digital demi pemerataan kualitas pendidikan.

“Masa depan itu penuh harapan dan kebutuhan. Kita akan belajar tanggung jawab, bukan hanya tentang warna sekolah, tetapi kualitas sekolah yang memahami tantangan zaman,” ujarnya.

2. Bahasa Arab sebagai Fondasi Peradaban Eng. Abdullah Bawazier memfokuskan paparannya pada standarisasi kurikulum dan penguatan kompetensi guru bahasa Arab untuk memperdalam pemahaman spiritual sekaligus membangun koneksi internasional.

“Bahasa Arab bukan sekadar bahasa, tetapi bahasa spiritual. Ketika memahami Al-Qur’an secara langsung, koneksi kita menjadi lebih dalam,” katanya. “Kami mengundang sekolah dan institusi di Indonesia untuk mengambil bagian dalam kolaborasi ini. Ini bukan hanya tentang belajar bahasa, tetapi membangun peradaban,” tambahnya.

Sesi diskusi mengungkap antusiasme peserta terhadap sistem pembelajaran jarak jauh dan dukungan teknis. Sebagai tindak lanjut, penyelenggara akan memfasilitasi program lanjutan serta penandatanganan kerja sama dengan berbagai mitra pendidikan.

Baca juga :  Dinas Pendidikan Jatim Larang Wisuda dan Purnawiyata, Ganti dengan Kegiatan Kreatif dan Inovatif

Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir generasi Muslim Indonesia yang tidak hanya mahir dalam bidang STEM dan teknologi, tetapi juga fasih dalam bahasa global namun tetap memiliki karakter islami yang kuat. Sebagai penutup, acara juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize menarik berupa voucher Garuda Indonesia.