WartaPendidikan.co.id, Makassar — Ratu Faisya Rasyid, mahasiswa berprestasi dari Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 ALMI Thesis Award 2025 untuk kategori Ilmu Sosial Humaniora.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Riset Kritis tentang Interseksionalitas dan Neoliberalisme

ALMI Thesis Award adalah ajang kompetisi riset yang menguji peneliti muda dari lima bidang ilmu, yaitu Ilmu Alam, Kedokteran, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, dan Teknik.

Dalam kompetisi ini, Ratu mengusung riset yang sangat inovatif dan relevan, berfokus pada interseksionalitas dan kritik neoliberalisme global.

Fokus Penelitian: Pengalaman mahasiswi muslim berhijab asal Indonesia dalam menavigasi tantangan sekulerisme saat mengikuti program student short mobility di Eropa.

Ratu menjelaskan bahwa program mobilitas mahasiswa tidak hanya sekadar pertukaran budaya, tetapi juga memuat dinamika neoliberalisme global yang secara signifikan memengaruhi identitas dan pengalaman perempuan muslim di ruang internasional.

Perjalanan Kompetisi yang Ketat

Proses seleksi ALMI Thesis Award tahun ini berlangsung ketat melalui tiga tahapan utama:

  • Tahap Administrasi: Dimulai dengan 209 peserta.
  • Tahap Wawancara: Tersaring menjadi 5 peserta terbaik.
  • Final Pitching: Menghadirkan 3 finalis terbaik di Makassar.

Peran Pembimbing dan Atmosfer Akademik Positif

Ratu mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian luar biasa ini. Ia menekankan peran penting dari pembimbingnya.

“Saya sangat bersyukur dan ini merupakan pengalaman luar biasa bisa menjadi Juara 1 di ALMI Thesis Award 2025. Pencapaian ini tentu tidak lepas dari peran supervisor saya, Ibu Fitri Hariana Oktaviani, yang telah membimbing saya dengan sabar mulai dari proses riset hingga publikasi,” ujarnya.

Ratu juga memuji atmosfer akademik selama kompetisi yang sangat positif, memberinya kesempatan berharga untuk bertukar gagasan dengan para ahli dan peneliti muda dari berbagai daerah.

Baca juga :  Panggung Awak 2025: Mahasiswa PBSI UNJA Tampil Memukau Lewat Drama

“Hidup Perempuan yang Melawan!”

Fakta unik terungkap di kategori Ilmu Sosial Humaniora: seluruh finalis adalah perempuan dengan ketertarikan riset yang sama kuatnya pada isu gender. Dari kedekatan tersebut, lahir tagline inspiratif: “Hidup Perempuan yang Melawan!”

Pesan Inspirasi untuk Mahasiswa Lain

Ratu berharap prestasinya dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lain, terutama yang memiliki ide-ide kritis.

“Semoga pencapaian ini memotivasi teman-teman, khususnya di Ilmu Komunikasi, untuk tidak ragu menuangkan ide kritis melalui penelitian. Jangan takut berkompetisi, karena di sanalah kita bertemu banyak orang baik yang memperluas wawasan kita,” pesan Ratu.