WartaPendidikan.co.id,Jawa Tengah, 13 Februari 2026-Guna menjawab tantangan zaman yang serba cepat, LLDIKTI Wilayah VI bersama pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Badan Penyelenggara se-Jawa Tengah membulatkan tekad untuk mengakselerasi transformasi pendidikan. Melalui forum strategis yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu (11/2/2026), semangat “Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan” resmi dicanangkan sebagai arah baru pendidikan tinggi di Jawa Tengah.

Poin Penting Transformasi:

  • Keharusan, Bukan Pilihan: Kepala LLDIKTI VI, Prof. Aisyah Endah Palupi, menegaskan bahwa transformasi adalah kunci agar PTS tetap relevan, bermutu, dan mampu bersaing secara global.

  • Sinergi Tata Kelola: Kehadiran para ketua yayasan mendampingi pektor menjadi sinyal kuat komitmen pembangunan tata kelola yang sehat, patuh regulasi, dan berbasis pada Indikator Kinerja Utama (IKU).

  • Riset yang Berdampak: Fokus dialihkan pada penguatan ekosistem penelitian dan inovasi yang tidak hanya berakhir di atas kertas, tapi menjadi solusi nyata bagi persoalan masyarakat dan pembangunan daerah.

  • Digitalisasi Layanan: Peluncuran platform “Diajeng” menjadi langkah konkret transformasi tata kelola berbasis digital yang terintegrasi.

Strategi “Naik Kelas”:

Melalui sesi pleno, para pakar menekankan bahwa integrasi tridarma perguruan tinggi dengan jejaring kolaborasi multipihak adalah kunci. Dengan memperkuat fondasi budaya mutu, PTS di Jawa Tengah diharapkan tidak sekadar memenuhi standar administrasi, tetapi benar-benar memberikan kontribusi substansial bagi bangsa.

“Transformasi ini adalah momentum bagi PTS Jawa Tengah untuk tumbuh menjadi institusi yang tidak hanya hebat secara akademik, tapi juga hadir dan berdampak nyata bagi lingkungan sekitar.”

Baca juga :  RAPBN 2026: Anggaran Pendidikan Tinggi, Dosen, dan Sekolah Garuda Diperkuat untuk Cetak SDM Unggul