WartaPendidikan.co.id, Jambi – Universitas Jambi (UNJA) secara resmi mengeluarkan bantahan tegas terhadap isu dugaan peretasan pada Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang belakangan beredar di kalangan publik dan mahasiswa.

Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., guna menepis kekhawatiran yang muncul terkait keamanan data dan kelancaran proses akademik.

Tidak Ada Peretasan yang Terjadi

Rektor Helmi memastikan bahwa seluruh layanan digital universitas, termasuk SIAKAD, berjalan lancar dan berada dalam kondisi optimal tanpa adanya gangguan. Ia menegaskan bahwa informasi mengenai peretasan yang mencuat adalah tidak benar.

“Kami sudah melakukan klarifikasi secara terbuka terkait informasi peretasan SIAKAD. Intinya, tidak ada peretasan yang terjadi pada sistem kami,” tegas Rektor, seperti dikutip dari jamberita.com (14/12/2025).

Sistem Pelayanan Digital Berfungsi Baik

Lebih lanjut, Rektor menjamin bahwa sistem pelayanan digital UNJA berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga proses akademik dan administrasi dapat berjalan tanpa hambatan.

“Kami bersyukur, sistem pelayanan digital UNJA hingga saat ini berfungsi dengan baik dan tidak ada gangguan sama sekali. Pelayanan akademik dan administrasi kepada mahasiswa dapat dilaksanakan dengan lancar,” tambahnya.

Imbauan: Rujuk pada Kanal Resmi Universitas

Untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat, pihak universitas menghimbau seluruh civitas academica — baik mahasiswa maupun dosen — untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak jelas.

UNJA menyarankan agar seluruh pihak selalu merujuk dan mempercayai informasi resmi yang disampaikan melalui kanal-kanal komunikasi resmi Universitas Jambi. Langkah ini diharapkan dapat menenangkan kekhawatiran terkait keamanan data dan memastikan kelancaran seluruh proses akademik di UNJA.

Baca juga :  "Gebyar Jambi Berpantun menghadirkan warna baru: perayaan yang bersifat partisipatif, reflektif, dan mendidik"