WartaPendidikan.co.id, JAKARTA – Langkah nyata pemulihan pendidikan di Tanah Rencong terus dipacu. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi meresmikan 76 satuan pendidikan hasil program revitalisasi di Provinsi Aceh. Peresmian ini dipusatkan di SD Negeri 12 Bintang, Aceh Tengah, dan SMA Negeri 1 Baktiya, Aceh Utara.

Program ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan simbol kebangkitan layanan pendidikan setelah dihantam bencana banjir bandang dan tanah longsor, khususnya di wilayah dataran tinggi Gayo.

Pemulihan Bertahap hingga 2026

Dalam kunjungannya pada Kamis (29/1/2026), Mendikdasmen meresmikan 53 sekolah di Aceh Tengah dan Bener Meriah, serta 23 sekolah di Aceh Utara. Pemerintah menargetkan seluruh rehabilitasi satuan pendidikan terdampak bencana akan tuntas secara bertahap pada tahun 2026.

“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan,” tegas Abdul Mu’ti.

Relokasi untuk Sekolah di Zona Bahaya

Mendikdasmen juga menyoroti kondisi SMP Negeri 22 Takengon yang rusak berat akibat longsor berulang kali. Mengingat lokasinya yang rawan, pemerintah memutuskan untuk merelokasi sekolah tersebut ke tempat yang lebih aman.

“Insyaallah, SMP Negeri 22 akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) pada tahun 2026 di lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah,” tambahnya. Selain itu, SD Negeri 12 Bintang juga akan mendapat tambahan ruang kelas baru sebagai kompensasi kerusakan akibat longsor.

Harapan Baru bagi Guru dan Siswa

Dampak revitalisasi ini sangat dirasakan oleh warga sekolah. Kepala SLB Negeri Silih Nara Angkup, Yusbida, menceritakan bagaimana sebelumnya proses belajar terhambat akibat keterbatasan sarana. Kini, sekolahnya memiliki fasilitas yang lebih fungsional.

Baca juga :  Kemendikdasmen Siapkan Skema PJJ untuk Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Apresiasi senada datang dari Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Marhamah. Ia menyampaikan terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perbaikan laboratorium dan rumah ibadah sekolah yang sebelumnya rusak total.

Tak hanya bangunan sekolah, pemerintah juga berencana membangun ruang guru dan rumah dinas guru guna menjaga kualitas pengajaran, terutama di wilayah terpencil di Aceh.