WartaPendidikan.co.id, Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan komitmennya untuk menghapuskan ketimpangan pembangunan di wilayah perkotaan melalui program Kampung Bahagia. Dalam sosialisasi di Ballroom Grha Siginjai (29/01/2026), Maulana menyatakan bahwa 1.583 RT di Kota Jambi akan mendapatkan sentuhan pembangunan yang merata sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil agar tidak ada lagi wilayah yang dianggap terpinggirkan dari akses infrastruktur dasar.
Program Kampung Bahagia menempatkan Ketua RT sebagai pemimpin pembangunan di tingkat akar rumput. Melalui anggaran 100 juta per RT, masyarakat memiliki kemandirian untuk menentukan apakah mereka memerlukan perbaikan fasilitas umum atau penguatan UMKM kuliner dan kerajinan. Maulana percaya bahwa warga lokal adalah pihak yang paling paham akan kebutuhan lingkungannya sendiri.
“Melalui data saat ini, angka kemiskinan Kota Jambi mengalami penurunan dari 7,73 persen menjadi 7,6 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka juga terus menurun berkat berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk Program Kampung Bahagia yang menggerakkan ekonomi lokal melalui perputaran anggaran pembangunan di lingkungan RT,” tegas Wali Kota.
Pelaksanaan program pada tahun 2026 dibagi menjadi dua gelombang guna memaksimalkan monitoring dan evaluasi. Sebanyak 802 RT masuk dalam periode pertama yang akan dimulai pada bulan Februari. Pemkot Jambi juga melibatkan Forum RT Kota Jambi untuk memastikan komunikasi antara pemerintah dan pengurus lingkungan berjalan harmonis dan solutif.
Untuk mendukung keberhasilan program, aspek lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis gotong royong dan pengadaan gerobak motor turut disosialisasikan. Maulana berharap melalui sinergi camat, lurah, dan tenaga pendamping, Kota Jambi dapat menjadi role model pembangunan berbasis komunitas. Pembangunan yang inklusif ini diharapkan mampu meningkatkan indeks kebahagiaan warga Jambi secara berkelanjutan.



Leave a Reply