WartaPendidikan.co.id, Muaro Jambi – Pemerintah Kota Jambi menempatkan generasi muda dan komunitas sebagai motor penggerak utama dalam pembangunan daerah. Strategi berbasis masyarakat (community based development) dinilai menjadi kunci krusial untuk mewujudkan visi “Kota Jambi Bahagia” yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, saat menjadi narasumber kuliah praktisi sekaligus penguji eksternal seminar proposal mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Universitas Jambi (UNJA), Selasa (10/2/2026).

Subjek Utama Pembangunan

Dalam forum bertajuk “Kota Jambi Bahagia: Menata Kota dari Ruang Imajinasi dan Realisme Anak Muda”, Diza memaparkan bahwa dengan jumlah penduduk mencapai 641 ribu jiwa yang didominasi anak muda, kebijakan pemerintah harus relevan dengan aspirasi mereka.

“Anak muda bukan sekadar penerima manfaat, tapi harus menjadi subjek yang aktif berkontribusi. Melalui organisasi dan komunitas, mereka menempa karakter, mental, dan kepemimpinan untuk masa depan,” ujar Diza di hadapan puluhan mahasiswa FISIPOL UNJA.

Menghidupkan Ruang Publik dan Ekonomi

Sebagai bukti nyata, Diza menyebutkan transformasi sejumlah ruang publik seperti Banjuran Budayo dan Festival Terminal Rawasari. Lokasi yang dulunya kurang produktif kini disulap menjadi pusat ekspresi seniman, wadah UMKM lokal, dan beranda kreatif bagi pemuda yang sekaligus menggerakkan ekonomi akar rumput.

Selain itu, keterlibatan masyarakat juga diperkuat melalui:

1. Program 100 Juta per RT: Memperkuat peran warga dan pemuda dalam perubahan lingkungan.

2. OPBM (Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat): Melibatkan warga secara langsung dalam pengelolaan sampah dari tingkat kelurahan.

Membangun SDM sebagai Modal Utama

Mengingat keterbatasan sumber daya alam, Pemkot Jambi memilih fokus pada penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Diza mendorong mahasiswa untuk berani menyampaikan perspektif segar demi kemajuan kota.

Baca juga :  Lawan Buta Aksara Al-Qur'an: 619 Kafilah Ikuti MTQ ke-55 Kota Jambi yang Dibuka Wali Kota Maulana

“Kota Jambi tidak memiliki SDA yang besar, modal utama kami adalah SDM. Pemerintah bertugas menerjemahkan ide-ide kreatif anak muda menjadi program nyata,” tegasnya.

Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNJA, Rio Yusri Maulana, mengapresiasi kehadiran Wawako Diza. Menurutnya, perspektif praktis dari pejabat publik sangat membantu mahasiswa memahami korelasi antara teori politik dengan praktik kebijakan publik di lapangan.