WartaPendidikan.co.id, JAKARTA – Pemerintah terus mengakselerasi upaya pemerataan kualitas pendidikan melalui pembangunan 104 unit Sekolah Rakyat dengan sistem asrama gratis. Langkah strategis ini difokuskan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem di seluruh pelosok tanah air.

Pembangunan sekolah berasrama ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan ekonomi dan geografis yang selama ini menjadi penyebab utama tingginya angka putus sekolah. Dengan sistem asrama, pemerintah tidak hanya menggratiskan biaya pendidikan, tetapi juga menjamin kebutuhan tempat tinggal, konsumsi, hingga sarana belajar para siswa secara penuh.

Pihak pemerintah menjelaskan bahwa pemilihan lokasi 104 sekolah ini didasarkan pada data kantong kemiskinan ekstrem nasional. Melalui fasilitas ini, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan bergizi seimbang tanpa membebani keuangan orang tua.

“Kami ingin memastikan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Sekolah berasrama ini adalah jembatan bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan mandiri,” ungkap perwakilan pemerintah dalam keterangannya.

Kurikulum di Sekolah Rakyat asrama ini juga akan diperkuat dengan pembekalan keterampilan praktis (soft skills) dan pendidikan karakter yang kuat. Dengan demikian, lulusannya diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas yang tangguh untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah masing-masing.

Proyek pembangunan ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar dapat segera menampung ribuan anak yang membutuhkan. Langkah nyata ini menjadi bukti keberpihakan negara dalam mewujudkan keadilan sosial melalui sektor pendidikan.

Baca juga :  Kabar Gembira! Manokwari Berlakukan Pendidikan Gratis SD Hingga SMA Mulai Juli 2026