WartaPendidikan.co.id, MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari secara resmi mengumumkan kebijakan besar dengan memberlakukan program pendidikan gratis mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Kebijakan ini direncanakan mulai efektif berjalan pada bulan Juli tahun 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru bagi seluruh siswa di wilayah Manokwari.

Langkah berani ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan penghapusan biaya pendidikan, diharapkan tidak ada lagi anak usia sekolah di Manokwari yang putus sekolah karena kendala ekonomi. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjamin hak dasar setiap warga negara dalam mendapatkan pengajaran yang layak dan berkualitas.

“Mulai Juli nanti, seluruh biaya operasional pendidikan di sekolah negeri akan ditanggung oleh pemerintah. Kami ingin orang tua tidak lagi terbebani oleh biaya bulanan atau uang gedung, sehingga anak-anak bisa fokus belajar mencapai cita-cita,” ujar perwakilan pemerintah daerah dalam keterangannya. Kebijakan ini menjadi salah satu prioritas utama dalam percepatan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua Barat.

Selain pembebasan biaya sekolah, pemerintah juga tengah menyiapkan skema bantuan pendukung seperti penyediaan buku pelajaran dan penguatan sarana prasarana sekolah. Sinergi antara pemerintah kabupaten dan pihak sekolah terus diperkuat agar meskipun gratis, kualitas pendidikan tetap terjaga sesuai standar nasional. Pengawasan ketat akan dilakukan untuk memastikan tidak ada pungutan liar dalam bentuk apa pun di lingkungan sekolah.

Masyarakat menyambut sangat antusias pengumuman ini, mengingat pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang paling berharga. Dengan dimulainya program pendidikan gratis ini pada Juli 2026, Manokwari optimistis dapat melahirkan generasi muda yang unggul, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. Program ini diharapkan menjadi lokomotif penggerak kemajuan daerah melalui jalur pendidikan yang inklusif dan merata bagi semua anak bangsa.

Baca juga :  Tes Fisik Ketat Seleksi Paskibraka Kota Jambi: 12 Peserta Pingsan, Mayoritas Karena Sarapan