WartaPendidikan.co.id, BANDA ACEH – Kepala Dinas Sosial (Kadis Sosial) Aceh secara resmi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PM) dalam kunjungan kerja meninjau Sekolah Rakyat di wilayah Aceh. Kunjungan strategis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan program pemberdayaan masyarakat melalui jalur pendidikan informal berjalan efektif dan tepat sasaran pada April 2026 ini.

Sekolah Rakyat di Aceh dinilai memiliki peran krusial dalam memberikan akses keterampilan dan edukasi bagi kelompok masyarakat rentan. Dalam peninjauan tersebut, Kadis Sosial Aceh memaparkan bagaimana kolaborasi lintas sektor telah membantu meningkatkan kemandirian warga, khususnya dalam bidang ekonomi kreatif dan literasi dasar. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan individu.

“Kami menyambut baik perhatian penuh dari Pemerintah Pusat. Kehadiran Bapak Menko PM di Sekolah Rakyat ini memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mengoptimalkan layanan sosial yang inklusif dan edukatif bagi seluruh masyarakat Aceh,” ujar Kadis Sosial Aceh dalam keterangannya. Fokus utama ke depan adalah standarisasi kurikulum pemberdayaan agar lulusannya memiliki daya saing.

Menko PM dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah proaktif Dinas Sosial Aceh dalam mengelola jaring pengaman sosial yang dipadukan dengan unsur pendidikan. Beliau menekankan bahwa pembangunan manusia tidak hanya dilakukan di sekolah formal, tetapi juga melalui inisiatif lokal seperti Sekolah Rakyat yang menyentuh akar rumput. Pemerintah Pusat berkomitmen untuk terus mendukung penguatan fasilitas dan anggaran bagi program serupa.

Kunjungan kerja ini diakhiri dengan dialog bersama para peserta didik Sekolah Rakyat dan tokoh masyarakat setempat. Diharapkan, sinergi yang semakin solid antara Kemenko PM dan Pemerintah Aceh dapat melahirkan lebih banyak inovasi dalam pelayanan sosial. Dengan masyarakat yang berdaya dan teredukasi, Aceh optimistis dapat mencapai target pembangunan manusia yang lebih unggul dan mandiri secara berkelanjutan.

Baca juga :  Jokowi Masuk Tokoh Dunia Paling Korup Versi OCCRP, Maukah KPK Ungkap Secara Terang?