WartaPendidikan.co.id, Jambi – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat mulai direalisasikan di Provinsi Jambi. Sekolah berkonsep asrama (boarding school) ini menjadi solusi pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung negara.

Pada tahap awal, Sekolah Rakyat di Kota Jambi akan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas yang dapat diakses secara gratis.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di Sekolah Rakyat Sentra Alyatama Jambi yang beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin, Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Provinsi Jambi 36138. Lokasi tersebut telah dilengkapi ruang kelas, asrama, ruang makan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga sarana olahraga guna mendukung proses pembelajaran selama 24 jam.

Sementara itu, pemerintah juga tengah membangun kampus permanen Sekolah Rakyat di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Nantinya, fasilitas tersebut dirancang mampu menampung peserta didik mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Konsep Sekolah Rakyat mengusung sistem pendidikan berasrama dengan menggabungkan pembelajaran akademik, pembinaan karakter, serta pengembangan keterampilan hidup. Seluruh peserta didik akan tinggal di asrama sehingga mendapatkan pendampingan secara menyeluruh selama mengikuti pendidikan.

Selain mengikuti Kurikulum Nasional, siswa juga memperoleh berbagai program pengembangan diri. Kegiatan tersebut meliputi pemetaan bakat dan minat (talent mapping), pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, pelatihan kepemimpinan, pembelajaran kemandirian, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, seni budaya dan kepramukaan.

Pemerintah juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang secara cuma-cuma. Peserta didik memperoleh asrama, makan tiga kali sehari, seragam sekolah, buku pelajaran, layanan kesehatan hingga pendampingan psikologis tanpa dipungut biaya.

Baca juga :  Ketua DPRD Kukar Tagih Janji GratisPol: Pendidikan Gratis Harus Tanpa Pengecualian!

Program ini diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses penerimaan peserta didik dilakukan berdasarkan hasil verifikasi data sosial sehingga bantuan pendidikan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Pada tahap awal operasional, Sekolah Rakyat Kota Jambi menargetkan menerima sekitar 370 peserta didik dari kelompok masyarakat prioritas. Dalam pengembangannya, sekolah permanen tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Melalui program ini, pemerintah berharap seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Kehadiran Sekolah Rakyat juga diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul, mandiri, berkarakter, serta memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga di masa depan.