WartaPendidikan.co.id, PIDIE JAYA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk meninjau langsung kondisi sarana pendidikan yang terdampak bencana. Dalam peninjauan tersebut, Mendikdasmen memantau penggunaan ruang kelas darurat yang hingga kini masih digunakan oleh para siswa untuk kegiatan belajar mengajar.

Kehadiran Mendikdasmen di lokasi bertujuan untuk memastikan bahwa proses pendidikan tetap berjalan meskipun fasilitas permanen belum sepenuhnya pulih. Ia berdialog langsung dengan para guru dan siswa guna menyerap aspirasi serta hambatan yang dihadapi selama belajar di ruang kelas sementara.

Prioritas Rehabilitasi Infrastruktur Mendikdasmen menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur pendidikan di Pidie Jaya menjadi salah satu prioritas kementerian. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait guna mempercepat proses rehabilitasi gedung sekolah yang rusak.

“Anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Meskipun saat ini mereka harus belajar di ruang darurat, semangat mereka tidak boleh padam. Pemerintah berkomitmen penuh untuk segera menghadirkan kembali ruang kelas yang permanen, aman, dan nyaman,” ujar Mendikdasmen di sela-sela kunjungannya.

Apresiasi Dedikasi Guru Selain meninjau fisik bangunan, Menteri juga memberikan apresiasi tinggi kepada para tenaga pendidik di Pidie Jaya. Menurutnya, dedikasi guru yang tetap mengajar dengan fasilitas terbatas adalah bukti nyata ketangguhan sektor pendidikan di Aceh.

Pihak kementerian juga berencana memberikan bantuan tambahan berupa perangkat pendukung pembelajaran dan literasi untuk melengkapi keterbatasan di ruang kelas darurat tersebut. Hal ini dilakukan agar standar mutu pendidikan tetap terjaga selama masa transisi pembangunan fisik sekolah.

Harapan Pemerintah Daerah Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyambut baik perhatian pusat terhadap kondisi pendidikan di wilayahnya. Mereka berharap kunjungan Mendikdasmen ini dapat mempercepat kucuran dana alokasi khusus (DAK) fisik pendidikan agar gedung-gedung sekolah yang retak atau hancur bisa segera dibangun kembali sesuai standar keamanan gempa.

Baca juga :  Wujud Nyata Gotong Royong: Warga Sebatik Salurkan 1 Ton Beras untuk Dukung Lembaga Pendidikan

Dengan percepatan pembangunan ini, diharapkan para siswa di Pidie Jaya dapat segera meninggalkan kelas darurat dan kembali belajar di gedung sekolah yang lebih representatif demi masa depan yang lebih cerah.