WartaPendidikan.co.id, JAKARTA – Komisi X DPR RI meminta pemerintah untuk melakukan kajian mendalam dan mematangkan perencanaan sebelum merealisasikan wacana Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa sekolah. Usulan ini mencuat menyusul adanya wacana penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah.

Anggota Komisi X DPR menekankan bahwa kebijakan pendidikan tidak boleh diambil secara parsial hanya demi efisiensi sektor energi. Menurut legislatif, pengalaman masa pandemi menunjukkan bahwa transisi ke belajar online memiliki dampak besar terhadap penurunan capaian belajar (learning loss) dan kesenjangan akses teknologi di daerah-daerah terpencil.

“Pemerintah harus mematangkan rencana ini. Jangan sampai niat menghemat BBM justru mengorbankan kualitas pendidikan anak bangsa. Infrastruktur digital dan kesiapan guru harus dipastikan terlebih dahulu sebelum kebijakan ini dipaksakan,” tegas perwakilan Komisi X dalam keterangan resminya.

DPR juga menyoroti beban psikologis dan ekonomi yang mungkin berpindah ke orang tua siswa jika PJJ kembali diterapkan. Meski PJJ dapat mengurangi mobilitas kendaraan dan konsumsi BBM secara nasional, biaya internet dan pengawasan anak di rumah tetap menjadi tantangan nyata bagi banyak keluarga.

Oleh karena itu, Komisi X mendesak adanya koordinasi lintas kementerian antara Kementerian Pendidikan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah diminta untuk mencari solusi alternatif yang lebih bijak tanpa harus menghentikan aktivitas belajar tatap muka secara total, agar hak siswa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tetap terpenuhi secara maksimal.

Baca juga :  Revolusi Digital UB: Gandeng Arasoft Terapkan Infrastruktur ePUB 3.0 Berbasis AI