WartaPendidikan.co.id, Jambi – Pelaksanaan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Jambi tahun 2026 diwarnai insiden medis. Sebanyak 12 peserta dilaporkan tumbang dan pingsan saat tengah menjalani rangkaian tes fisik yang cukup menguras tenaga.

Insiden ini terjadi di tengah cuaca yang cukup terik saat para peserta sedang mengikuti tahapan seleksi parade dan kesamaptaan. Tim medis yang bersiaga di lokasi pun langsung bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap belasan pelajar tersebut ke posko kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Panitia seleksi mengungkapkan bahwa insiden pingsannya para peserta ini mayoritas disebabkan oleh kondisi fisik yang kurang prima dan faktor persiapan mandiri dari masing-masing peserta sebelum tiba di lokasi seleksi.

“Ada sekitar 12 orang yang pingsan tadi. Setelah kita cek, penyebab utamanya adalah banyak dari mereka yang ternyata tidak sarapan sebelum mengikuti kegiatan,” ungkap pihak panitia di lokasi seleksi, Senin (13/4/2026).

Faktor Cuaca dan Fisik yang Belum Siap Selain masalah asupan nutrisi di pagi hari, cuaca yang menyengat serta intensitas latihan yang tinggi diduga menjadi faktor pendukung tumbangnya para calon anggota Paskibraka tersebut. Kebanyakan peserta yang pingsan mengaku merasa pusing dan sesak napas sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Panitia menegaskan bahwa seleksi Paskibraka memang menuntut ketahanan fisik yang luar biasa. Oleh karena itu, kesiapan fisik dan mental menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Evaluasi dan Penanganan Medis Beruntung, kondisi 12 peserta tersebut berangsur membaik setelah mendapatkan bantuan oksigen dan perawatan dari tim medis. Sebagian besar dari mereka hanya mengalami kelelahan ekstrem dan dehidrasi ringan.

Meski sempat diwarnai insiden pingsan, panitia memastikan proses seleksi tetap dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun, panitia memberikan imbauan keras kepada para peserta yang masih bertahan untuk tetap menjaga kondisi tubuh.

Baca juga :  Perkuat Generasi Qurani, Pemko Solok Siapkan Penutupan Megah Mukayam Al-Qur'an dan Tahfiz Pelajar

“Kami mengimbau kepada seluruh peserta agar menjaga pola makan dan istirahat yang cukup selama proses seleksi. Jangan memaksakan diri jika kondisi memang tidak memungkinkan,” tegasnya.

Ketegasan Protokol Kesehatan Panitia juga memastikan bahwa seluruh rangkaian seleksi telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Keberadaan tim medis di lapangan menjadi kunci utama agar setiap insiden fisik dapat ditangani dengan cepat tanpa mengganggu jalannya kegiatan secara keseluruhan.

Seleksi Paskibraka Kota Jambi ini diikuti oleh ratusan pelajar terbaik dari berbagai SMA sederajat di Kota Jambi untuk memperebutkan posisi prestisius sebagai pengibar bendera pada upacara kemerdekaan mendatang.