WartaPendidikan.co.id, Palu – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan luar biasa siswa Sekolah Dasar (SD) di pelosok Sulawesi Tengah (Sulteng) viral di media sosial. Para siswa tersebut terekam harus berlari kencang melewati area perkebunan warga demi bisa menyeberangi sungai sebelum debit air meningkat saat hujan turun.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak sejumlah anak masih mengenakan seragam sekolah lengkap dengan tas di punggung, memacu langkah di jalan setapak perkebunan yang licin. Langkah tergesa-gesa ini diambil karena rasa khawatir jika sungai yang menjadi jalur utama mereka pulang meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Ketiadaan akses jembatan yang memadai memaksa para siswa ini “bertaruh nyawa” setiap harinya. Jika air sudah meluap, mereka dipastikan tidak bisa pulang ke rumah atau terpaksa menunggu berjam-jam hingga arus sungai kembali tenang.

“Mereka harus lari-larian lewat kebun supaya cepat sampai ke sungai. Kalau hujan sudah turun, mereka takut air meluap dan tidak bisa menyeberang,” tulis keterangan dalam unggahan yang viral tersebut, Rabu (15/4/2026).

Ancaman Bahaya di Balik Semangat Belajar Kondisi ini menggambarkan betapa minimnya akses infrastruktur di wilayah pelosok Sulteng. Jalur yang dilalui para siswa tidak hanya terjal dan berlumpur, tetapi juga melintasi area rimbun yang jauh dari pemukiman.

Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian khusus dengan membangun jembatan penyeberangan yang layak. Hal ini dinilai mendesak agar keselamatan anak-anak sekolah dapat terjamin, terutama saat memasuki musim penghujan yang ekstrem.

Desakan Perbaikan Infrastruktur Pelosok Netizen yang melihat video tersebut ramai-ramai memberikan komentar bernada prihatin sekaligus kagum atas semangat belajar para siswa. Namun, banyak pula yang mengecam lambatnya pembangunan infrastruktur di daerah terpencil yang berimbas pada akses pendidikan.

Baca juga :  Inspiratif! Meski Sederhana, Siswa Sekolah Rakyat Sukses Sabet Berbagai Penghargaan Nasional

“Semangat mereka luar biasa, tapi keselamatannya harus jadi prioritas. Pemerintah jangan tutup mata, ini calon penerus bangsa yang harus bertaruh nyawa tiap pulang sekolah,” tulis salah satu komentar netizen di platform media sosial.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan Pemerintah daerah setempat didorong untuk segera melakukan tinjauan lapangan guna memetakan titik-titik krusial yang membutuhkan jembatan darurat maupun permanen. Kehadiran infrastruktur yang memadai diharapkan tidak hanya membantu siswa sekolah, tetapi juga mobilitas ekonomi warga desa yang selama ini terisolasi saat cuaca buruk.

Hingga kini, video perjuangan siswa SD tersebut masih terus dibagikan dan memicu diskusi luas mengenai pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.