WartaPendidikan.co.id, Kerinci – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah gencar disosialisasikan pemerintah pusat menemui kerikil tajam di daerah. Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Kerinci, Jambi, di mana sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) dilaporkan menolak pelaksanaan program unggulan tersebut.

Penolakan ini lantas menjadi buah bibir dan masuk dalam jajaran berita terpopuler (Top 7) di Provinsi Jambi. Pasalnya, di saat daerah lain berlomba-lomba menyukseskan program ini demi pemenuhan nutrisi siswa, satu sekolah di Kerinci justru mengambil langkah berseberangan.

Hingga kini, alasan pasti di balik penolakan tersebut masih menjadi tanda tanya besar dan memicu perdebatan di tengah masyarakat serta kalangan pendidik.

“Iya, ada laporan mengenai penolakan program Makan Bergizi Gratis di salah satu SMA di Kerinci. Ini sedang kami telusuri lebih lanjut apa motif dan kendala di lapangan,” ungkap narasumber terkait.

Dugaan Kendala Teknis dan Komunikasi Meski belum ada pernyataan resmi secara mendalam, muncul spekulasi bahwa penolakan tersebut berkaitan dengan kesiapan infrastruktur sekolah dalam mengelola distribusi makanan. Selain itu, masalah komunikasi antara pelaksana teknis dengan pihak sekolah diduga menjadi pemicu munculnya sikap skeptis terhadap program MBG.

Pihak sekolah dilaporkan merasa keberatan dengan mekanisme pengadaan atau pengawasan kualitas makanan yang akan dibagikan kepada para siswa.

Evaluasi Mendalam dari Dinas Pendidikan Merespons kejadian ini, jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jambi diharapkan segera turun tangan untuk melakukan mediasi. Penolakan di satu titik dikhawatirkan akan memberikan efek domino atau preseden buruk bagi daerah lain yang sedang bersiap menjalankan program serupa.

Pemerintah daerah menekankan bahwa program MBG bertujuan mulia untuk meningkatkan konsentrasi dan kesehatan siswa, sehingga hambatan birokrasi atau miskomunikasi seharusnya bisa dikesampingkan.

Baca juga :  Peluang Emas Jadi Dokter! 5 PTN Baru Resmi Buka Jurusan Kedokteran di Seleksi SNBP dan SNBT 2026

Sorotan Publik dan Netizen Kabar penolakan ini pun langsung diserbu komentar netizen Jambi. Banyak yang menyayangkan sikap sekolah tersebut karena dianggap merugikan siswa yang seharusnya mendapatkan hak nutrisi tambahan dari negara. Namun, tak sedikit pula yang meminta transparansi mengenai vendor atau penyedia makanan yang ditunjuk.

“Harusnya kalau ada masalah dibicarakan, bukan langsung ditolak. Kasihan siswanya, daerah lain pengen dapet malah ini ditolak,” tulis salah satu netizen dalam diskusi di media sosial.

Langkah Selanjutnya Tim pemantau program MBG tingkat provinsi dikabarkan akan segera melakukan kunjungan ke Kerinci untuk mengklarifikasi situasi tersebut. Hasil dari investigasi lapangan ini nantinya akan menentukan apakah program akan tetap dipaksakan berjalan di sekolah tersebut atau dialihkan ke satuan pendidikan lain yang lebih siap.

Pihak otoritas terkait berjanji akan memberikan penjelasan lengkap kepada publik guna menghindari simpang siur informasi terkait keberlangsungan program strategis nasional ini di wilayah Jambi.