WartaPendidikan.co.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menggelar lomba video kreatif mendongeng yang ditujukan bagi para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang menyenangkan.

Lomba ini menantang para tenaga pendidik untuk mengemas cerita rakyat, dongeng fabel, maupun kisah inspiratif ke dalam format video yang menarik dan edukatif. Kemendikdasmen menilai, teknik mendongeng merupakan salah satu metode paling efektif untuk menanamkan pendidikan karakter kepada anak di usia emas.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga diproyeksikan menjadi wadah bagi para guru untuk saling berbagi inovasi dalam metode pembelajaran berbasis audio-visual.

“Kami ingin mendorong para guru untuk lebih kreatif dan inovatif. Mendongeng bukan sekadar bercerita, tapi cara kita menyentuh hati dan membentuk imajinasi anak-anak. Video kreatif ini akan menjadi materi belajar yang kaya bagi dunia pendidikan kita,” ungkap pihak Kemendikdasmen dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Syarat dan Ketentuan Lomba Lomba ini terbuka bagi seluruh guru PAUD dan SD di Indonesia. Peserta diminta untuk mengirimkan video mendongeng dengan durasi tertentu yang menonjolkan ekspresi, alat peraga yang kreatif, serta pesan moral yang kuat.

Pihak panitia menekankan bahwa konten video harus orisinal, tidak mengandung unsur SARA, dan tentunya mudah dicerna oleh anak-anak. Kemendikdasmen juga menyediakan berbagai kategori penghargaan bagi para pemenang yang berhasil menyajikan narasi paling inspiratif.

Fokus pada Penguatan Literasi Dini Kegiatan ini selaras dengan program prioritas pemerintah dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa sejak usia dini. Dengan penyampaian melalui dongeng yang divisualisasikan, diharapkan anak-anak akan lebih antusias dalam menyerap pesan-pesan positif.

Baca juga :  Mendikdasmen Resmikan TK di Semarang: Dorong Wajib Belajar 13 Tahun Lewat Program 'Satu Desa Satu TK'

Kemendikdasmen berharap video-video terbaik dari lomba ini nantinya bisa menjadi referensi nasional bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadirkan suasana belajar yang tidak membosankan.

Respons Positif Tenaga Pendidik Sejak diumumkan, antusiasme para guru di berbagai daerah tampak meningkat. Banyak guru yang mulai mempersiapkan naskah dan teknik pengambilan gambar untuk memberikan hasil terbaik. Hal ini dinilai positif untuk meningkatkan digital skill para guru di tengah era transformasi pendidikan digital.

“Ini kesempatan bagus untuk menunjukkan bahwa guru-guru kita tidak hanya mahir mengajar di kelas, tapi juga bisa menjadi konten kreator yang edukatif,” tulis salah satu komentar guru di platform media sosial resmi kementerian.

Bagi para guru yang berminat, informasi lengkap mengenai pendaftaran dan teknis pengunggahan video dapat diakses melalui laman resmi Kemendikdasmen dan kanal informasi terkait.