WartaPendidikan.co.id, Ende – Aksi cepat tanggap ditunjukkan oleh jajaran kepolisian di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasca-gempa bumi yang merusak sejumlah fasilitas publik, personel Polri bergerak cepat mendirikan tenda-tenda darurat untuk difungsikan sebagai ruang kelas sementara bagi sekolah yang terdampak.
Langkah ini diambil guna memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhenti total meski bangunan sekolah mengalami kerusakan berat dan tidak aman untuk digunakan. Polisi bersama warga bahu-membahu memasang kerangka tenda dan alas lantai agar para siswa dapat segera kembali belajar.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah bencana bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga untuk memberikan solusi bagi layanan dasar masyarakat, termasuk pendidikan.
“Kami mendirikan tenda darurat ini agar anak-anak kita tetap bisa bersekolah. Meskipun dalam kondisi darurat, semangat belajar tidak boleh padam akibat bencana,” ujar pihak kepolisian setempat.
Prioritas Keamanan dan Kenyamanan Siswa Kondisi bangunan sekolah yang retak hingga ambruk dinilai sangat membahayakan jika dipaksakan untuk aktivitas belajar. Oleh karena itu, pemilihan lokasi tenda darurat dilakukan di area terbuka yang aman dari potensi reruntuhan bangunan jika terjadi gempa susulan.
Selain mendirikan fisik tenda, personel kepolisian juga memberikan pendampingan psikologis ringan kepada para siswa guna mengurangi trauma pasca-gempa (trauma healing).
Sinergi dengan Pihak Sekolah dan BPBD Pembangunan kelas darurat ini dilakukan melalui koordinasi ketat dengan pihak sekolah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende. Pemenuhan fasilitas pendukung seperti meja dan kursi lipat juga diupayakan agar proses belajar di dalam tenda berjalan semaksimal mungkin.
Pihak sekolah mengapresiasi bantuan cepat dari kepolisian tersebut. Tanpa adanya tenda darurat, para siswa terpaksa diliburkan dalam waktu yang tidak ditentukan, yang tentu akan merugikan capaian kurikulum.
“Kami sangat terbantu. Dengan adanya tenda ini, setidaknya anak-anak punya tempat berteduh untuk kembali berinteraksi dengan guru dan teman-temannya,” ungkap salah satu kepala sekolah.
Komitmen Pelayanan di Masa Darurat Polres Ende berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lokasi terdampak gempa. Selain fokus pada sektor pendidikan, penyaluran bantuan logistik dan patroli keamanan di pengungsian juga terus diintensifkan.
Langkah humanis Polri ini mendapat respons positif dari para orang tua murid. Kehadiran tenda darurat dianggap sebagai oase di tengah duka akibat bencana alam yang menimpa wilayah tersebut.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan asesmen menyeluruh terhadap kerusakan bangunan sekolah agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen dapat segera direncanakan demi masa depan pendidikan di Ende.



Leave a Reply