WartaPendidikan.co.id, Jambi – Pengendalian banjir menjadi agenda mendesak yang ditekankan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., pada awal tahun 2026. Melalui Program Kampung Tangguh, pemerintah fokus menyelesaikan masalah luapan air sistem Sungai Asam. Tahap pertama pembebasan lahan seluas 3,9 hektare telah rampung, dan proses sertifikasi aset kini sudah resmi menjadi milik Pemerintah Kota Jambi.
Proyek ini akan dilanjutkan ke tahap kedua pada awal tahun 2026 dengan target pembangunan danau seluas 9 hektare. Danau buatan ini dirancang untuk memiliki fungsi ganda sebagai infrastruktur teknis dan ruang publik. Selain menampung volume air hujan yang tinggi, kawasan ini akan ditata sedemikian rupa agar memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya.
Wali Kota menjelaskan bahwa pendekatan pembangunan danau ini mengedepankan aspek kebermanfaatan jangka panjang. Pemerintah tidak ingin sekadar membangun waduk, tetapi juga menciptakan destinasi baru yang bisa dinikmati warga untuk berekreasi. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan kota yang berorientasi pada keseimbangan ekologi dan sosial.
“Danau ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga menjadi kawasan wisata dan ruang publik baru bagi masyarakat,” jelasnya saat memaparkan program strategis di malam tahun baru.
Komitmen ini membuktikan bahwa Pemkot Jambi serius dalam menangani isu lingkungan yang selama ini menjadi keluhan warga. Dengan selesainya danau tersebut kelak, diharapkan titik-titik banjir di sekitar aliran Sungai Asam dapat berkurang secara signifikan, sekaligus menambah ketersediaan ruang terbuka hijau di tengah kota.



Leave a Reply