WartaPendidikan.co.id, SEKAYU – Bupati Musi Banyuasin (Muba) memberikan atensi serius terhadap adanya laporan konflik yang terjadi antar siswa di salah satu sekolah di wilayahnya. Dalam pernyataan resminya, Bupati menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh menghambat proses belajar mengajar. Pemerintah Kabupaten Muba berkomitmen penuh untuk menjamin hak pendidikan setiap anak tetap berjalan normal di tengah upaya penyelesaian masalah yang sedang berlangsung pada April 2026 ini.
Bupati telah menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muba untuk segera turun ke lapangan dan melakukan mediasi secara persuasif. Pendekatan yang diambil mengedepankan asas kekeluargaan dan perlindungan anak, mengingat para pihak yang terlibat masih dalam usia produktif sekolah. Langkah ini diambil agar suasana kondusif di lingkungan pendidikan dapat segera pulih tanpa menyisakan trauma bagi para siswa.
“Pendidikan adalah prioritas utama kita. Konflik atau perselisihan di lingkungan sekolah harus diselesaikan dengan bijak tanpa mengorbankan masa depan siswa. Saya pastikan tidak boleh ada anak yang putus sekolah atau terhenti belajarnya karena masalah ini,” tegas Bupati Muba saat meninjau perkembangan situasi di Sekayu. Beliau meminta seluruh pihak menahan diri dan mempercayakan penyelesaian kepada otoritas terkait.
Selain mediasi, Pemerintah Kabupaten Muba juga menyiapkan tim pendampingan psikologis bagi para siswa yang terdampak. Hal ini bertujuan untuk memulihkan mental dan semangat belajar mereka, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya toleransi dan kerukunan di sekolah. Penguatan pendidikan karakter akan kembali digencarkan di seluruh satuan pendidikan di Muba guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
Diharapkan dengan penanganan yang cepat dan tepat, aktivitas sekolah dapat kembali normal sepenuhnya dalam waktu singkat. Bupati mengajak orang tua siswa dan tokoh masyarakat untuk turut serta menjaga iklim pendidikan yang sehat di Musi Banyuasin. Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua menjadi kunci utama dalam mencetak generasi muda Muba yang berakhlak mulia dan fokus pada prestasi akademik.



Leave a Reply