WartaPendidikan.co.id, PALU – Tokoh masyarakat Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri peringatan Haul ke-58 ulama besar Sayyid Idrus Bin Salim Al-Jufri atau yang lebih dikenal sebagai Guru Tua. Dalam suasana penuh kekhidmatan di Kota Palu, Anwar Hafid menyampaikan pesan penting mengenai relevansi perjuangan Guru Tua dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membangkitkan kembali semangat pendidikan diniyah di era modern tahun 2026 ini.

Menurut Anwar Hafid, sosok Guru Tua merupakan inspirasi nyata dalam meletakkan fondasi pendidikan Islam yang moderat dan inklusif di tanah air. Beliau mengajak seluruh jemaah dan masyarakat untuk tidak sekadar memperingati haul secara seremonial, tetapi benar-benar mengimplementasikan visi almarhum dalam mencerdaskan umat melalui madrasah-madrasah dan lembaga pendidikan diniyah yang ada di pelosok desa.

“Pendidikan diniyah adalah benteng moral generasi kita. Kita harus bangkitkan kembali semangat Guru Tua dalam menyebarkan ilmu pengetahuan yang berakar pada adab dan akhlakul karimah,” ujar Anwar Hafid di hadapan ribuan abnaul khairaat yang hadir. Beliau menekankan bahwa penguatan madrasah merupakan kunci utama menghadapi tantangan dekadensi moral di tengah arus digitalisasi.

Lebih lanjut, Anwar Hafid mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk mendukung keberlangsungan sekolah-sekolah diniyah. Dukungan berupa fasilitas maupun peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik diniyah dinilai sangat krusial agar kualitas pengajaran tetap terjaga dan mampu melahirkan lulusan yang kompetitif sekaligus religius.

Peringatan Haul ke-58 ini diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan kedamaian di Sulawesi Tengah. Melalui momentum ini, semangat perjuangan Guru Tua diharapkan terus mengalir dalam sanubari generasi muda. Anwar Hafid optimis bahwa dengan membangkitkan pendidikan diniyah, Sulawesi Tengah akan menjadi pusat peradaban ilmu pengetahuan yang berkah dan membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga :  DPR Kritik Pemerintah: Pemulihan Pasca-Bencana Jangan Hanya Fokus Bangun Gedung!