WartaPendidikan.co.id, JAMBI – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd., menghadiri kegiatan strategis bertajuk “Ngopi Kerukunan Intern Umat Buddha” dengan tema “Dari Muaro Jambi Untuk Kito” yang berlangsung di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Selasa (31/3). Dalam forum tersebut, Dirjen menegaskan bahwa pengembangan kawasan Candi Muaro Jambi tidak boleh hanya terpaku pada pelestarian fisik bangunan semata, melainkan harus bertransformasi menjadi sebuah living monument.
Dirjen Supriyadi menekankan pentingnya menghidupkan kembali ruh situs bersejarah tersebut melalui praktik keagamaan, pendidikan, dan aktivitas budaya yang berkelanjutan. Menurutnya, Muaro Jambi harus dirasakan kehadirannya sebagai monumen yang hidup, di mana nilai-nilai luhur masa lalu tetap relevan dan dipraktikkan oleh generasi saat ini. Hal ini bertujuan agar warisan sejarah tersebut tidak hanya menjadi benda mati, tetapi terus memberikan inspirasi bagi dunia.
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I., menyebutkan bahwa kerukunan umat Buddha di Jambi merupakan fondasi utama dalam mendukung pengembangan kawasan ini. Ia menggarisbawahi bahwa sinergi yang kuat antara umat dan pemerintah daerah sangat krusial agar pesona dan nilai historis Muaro Jambi dapat dikenal lebih luas, baik di level nasional maupun kancah internasional sebagai simbol harmoni.
Sisi pelestarian juga menjadi sorotan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V, Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.M., yang menyatakan bahwa upaya perlindungan kawasan harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan secara bijak. Sementara itu, dukungan konkret datang dari Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) melalui Eric Fernardo, S.I.P., M.Si., yang menyatakan kesiapan organisasi untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi Muaro Jambi sebagai pusat peradaban Buddhis yang berkelanjutan.
Melalui forum diskusi yang hangat ini, seluruh pemangku kepentingan bersepakat bahwa Candi Muaro Jambi adalah peluang besar bagi masa depan Indonesia. Dengan kolaborasi lintas sektor dan semangat kebersamaan, kawasan ini diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus pusat peradaban Buddhis dunia. Semangat “Dari Muaro Jambi Untuk Kito” diharapkan menjadi pemantik bagi terciptanya ekosistem kerukunan umat beragama yang harmonis dan bermanfaat bagi masyarakat luas.



Leave a Reply