WartaPendidikan.co.id, JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Atip Latipulhayat, menekankan bahwa kemajuan sebuah peradaban tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kedalaman nilai-nilai agama. Menurutnya, sinergi antara keduanya merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi emas yang berintegritas dan visioner.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Atip dalam sebuah agenda pertemuan strategis yang membahas arah baru pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa pemisahan antara agama dan ilmu pengetahuan hanya akan menciptakan ketimpangan karakter pada peserta didik.

Sinergi untuk Kesejahteraan Manusia Wamen Atip menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan tanpa landasan agama cenderung kering dari nilai etika, sementara agama tanpa dukungan ilmu pengetahuan akan sulit menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Oleh karena itu, penguatan keduanya harus berjalan beriringan di lingkungan sekolah.

“Kemajuan peradaban dunia yang kita cita-citakan adalah peradaban yang bermartabat. Hal itu hanya bisa dicapai jika kita mampu mengharmonisasikan penguatan agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK),” ujar Wamen Atip.

Transformasi Kurikulum dan Karakter Dalam pandangannya, kurikulum pendidikan di Indonesia harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam pembelajaran sains dan sosial. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran moral yang tinggi terhadap lingkungan dan sesama.

Langkah ini juga selaras dengan visi kementerian untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik. Wamen Atip mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepala sekolah hingga orang tua, untuk mendukung lingkungan belajar yang religius namun tetap kompetitif secara keilmuan.

Harapan untuk Generasi Masa Depan Melalui penguatan fondasi ini, Kemendikdasmen optimistis Indonesia akan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak hanya mampu bersaing di kancah global, tetapi juga teguh dalam menjaga identitas bangsa yang religius.

Baca juga :  Wujudkan Green Campus, Mendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pelopor Inovasi Daur Ulang Sampah

“Kita ingin lulusan sekolah kita menjadi individu yang mencerahkan bagi masyarakat, membawa kemajuan bagi peradaban dengan bekal ilmu yang luas dan iman yang kokoh,” pungkasnya.