WartaPendidikan.co.id, Sidoarjo – Insiden mencekam dialami oleh dua orang siswa di Sidoarjo yang menjadi korban peluru nyasar saat kegiatan latihan menembak berlangsung di wilayah tersebut. Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 2 kini memberikan konfirmasi terkait prosedur latihan yang dilakukan.
Peristiwa ini bermula ketika para siswa tersebut sedang berada di sekitar area yang berdekatan dengan lokasi latihan. Secara tak terduga, proyektil peluru mengenai mereka dan menyebabkan luka-luka. Korban segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Danpasmar 2 menegaskan bahwa saat kejadian, pihaknya tengah melaksanakan latihan menembak rutin. Ia memastikan bahwa seluruh rangkaian latihan tersebut sejatinya telah direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.
“Kami mengonfirmasi adanya insiden tersebut. Seluruh prosedur latihan sebenarnya telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, namun kami tetap akan melakukan evaluasi mendalam,” ujar pihak Pasmar 2 dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Tanggung Jawab Medis dan Evaluasi Pihak Pasmar 2 menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden yang menimpa para korban. Biaya pengobatan serta perawatan seluruh siswa yang terdampak dipastikan akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak kesatuan.
Selain penanganan medis, tim investigasi internal telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti bagaimana peluru tersebut bisa keluar dari zona aman latihan dan mengenai warga.
Investigasi Menyeluruh Danpasmar 2 juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar atas ketidaknyamanan serta kekhawatiran yang ditimbulkan. Pihaknya berjanji akan bersikap transparan dalam proses investigasi ini.
“Kami sedang melakukan pengecekan menyeluruh, baik dari sisi personel maupun teknis peralatan yang digunakan saat latihan. Hasil investigasi ini akan menjadi acuan kami agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” tambahnya.
Kondisi Korban Berangsur Pulih Berdasarkan informasi terbaru, kondisi kedua siswa yang menjadi korban kini mulai stabil setelah mendapatkan tindakan medis di rumah sakit terdekat. Tim medis terus memantau perkembangan kesehatan mereka guna memastikan tidak ada luka dalam yang serius.
Kejadian ini sempat memicu perhatian publik di Sidoarjo, mengingat lokasi latihan yang berdekatan dengan aktivitas warga. Pihak berwenang pun berencana untuk meninjau kembali batas aman dan waktu pelaksanaan latihan menembak guna menjamin keamanan masyarakat sipil.



Leave a Reply