WartaPendidikan.co.id, Yogyakarta 18 Februari 2026-Wadah kolektif anak muda, Pandu Negeri, kembali menggaungkan semangat literasi kritis melalui agenda Public Lecture Series 002. Mengawali rangkaian acara di Yogyakarta, Koordinator Pandu Negeri sekaligus politisi muda, Aryo Seno Bagaskoro, melakukan kunjungan reflektif ke Pendopo Agung Taman Siswa pada Senin (16/2/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap langsung nilai-nilai perjuangan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Dalam keterangannya usai berkeliling museum, Seno menegaskan bahwa Pandu Negeri hadir sebagai gerakan (movement) yang konsisten menyediakan ruang diskusi bagi generasi muda. Fokus utamanya adalah membekali pemuda agar tetap kritis dalam mengawal perencanaan pembangunan serta kebijakan pemerintah.

Menolak Kapitalisasi Pendidikan

Pada seri kuliah umum kali ini, Pandu Negeri mengangkat tema besar seputar pendidikan, keadilan, dan hak generasi. Seno menekankan pentingnya mengembalikan pendidikan Indonesia ke khitahnya sebagai instrumen pencerdasan bangsa dan pemajuan kesejahteraan umum.

“Pendidikan itu hakikatnya adalah membangun manusia, bukan soal bagaimana pendidikan itu dikapitalisasi atau diprivatisasi. Kami ingin memastikan esensi pendidikan yang memerdekakan tetap terjaga,” ujar Seno di hadapan awak media.

Teladan Kesahajaan Ki Hadjar Dewantara

Selain membahas isu kebijakan, kunjungan ke kediaman asli Ki Hadjar Dewantara tersebut memberikan kesan mendalam bagi rombongan. Seno mengaku terinspirasi oleh pola hidup sang pahlawan yang sangat bersahaja.

Menurutnya, nilai kesederhanaan yang ditunjukkan Ki Hadjar Dewantara merupakan teladan penting bagi pemimpin masa kini. Meskipun menyandang status pahlawan besar, tokoh pendidikan tersebut tetap memilih jalan hidup yang dekat dengan rakyat dan jauh dari kesan mewah.

Melalui Public Lecture Series 002 ini, Pandu Negeri berharap semangat perjuangan dari Yogyakarta dapat menyebar ke seluruh anak muda Indonesia untuk terus berani bersuara dan menjaga nalar kritis demi masa depan bangsa.

Baca juga :  UNJA Kembali Jalankan Survei Investigasi Desain Lahan Rawa di Jambi