WartaPendidikan.co.id, PEKALONGAN, 20 Februari 2026 – Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kian mengukuhkan posisinya sebagai pusat pendidikan olahraga yang berkualitas di Jawa Tengah. Dengan semangat adaptif dan berdaya saing, prodi ini terus melakukan transformasi melalui penguatan mutu akademik dan perluasan jejaring internasional.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan raihan akreditasi “Baik Sekali” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Predikat ini menjadi jaminan bahwa proses pendidikan di Penjas UMPP telah melampaui standar mutu nasional.
Kombinasi Fisik dan Karakter Islami
Berbeda dengan prodi olahraga pada umumnya, Penjas UMPP memiliki keunikan dalam implementasi kurikulumnya. Mereka berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam pembelajaran kebugaran jasmani.
“Pendekatan ini bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara fisik dan akademik, tetapi juga memiliki karakter serta integritas yang kuat,” tulis pernyataan resmi pihak kampus.
Gebrakan di Kancah Global
Tidak puas dengan capaian domestik, Prodi Penjas UMPP juga aktif membangun wawasan global bagi para mahasiswanya. Beberapa langkah strategis yang telah dijalankan antara lain:
-
Visit Study: Kunjungan akademik ke berbagai perguruan tinggi ternama di Malaysia.
-
International Short Course: Penyelenggaraan kursus singkat yang melibatkan mahasiswa dari luar negeri sebagai ruang pertukaran ilmu dan budaya.
Fasilitas Lengkap dan Inklusif
Guna mendukung iklim akademik yang dinamis, UMPP menyediakan berbagai fasilitas modern yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa, termasuk:
-
Laboratorium Pendidikan Jasmani yang representatif.
-
Sistem E-Learning dan perpustakaan digital untuk akses ilmu tanpa batas.
-
Unit Layanan Disabilitas, memastikan pendidikan olahraga yang inklusif bagi semua kalangan.
Melalui berbagai inovasi ini, Prodi Penjas UMPP optimis dapat mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menjadi motor penggerak baik di dunia pendidikan maupun industri olahraga masa depan.



Leave a Reply