WartaPendidikan.co.id, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam membentuk kepekaan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, sekolah dan perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat transfer ilmu akademik, tetapi juga harus menjadi inkubator bagi nilai-nilai kemanusiaan dan empati.
Lestari menilai, di tengah dinamika perubahan zaman yang begitu cepat, tantangan sosial yang dihadapi bangsa semakin kompleks. Oleh karena itu, dunia pendidikan memegang tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap kondisi di sekitarnya.
“Institusi pendidikan memiliki peran strategis untuk membangun kepekaan sosial masyarakat. Kita ingin pendidikan menjadi jembatan yang menghubungkan kecerdasan pikiran dengan kepedulian hati,” ujar Lestari Moerdijat dalam keterangannya.
Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Lestari, yang akrab disapa Rerie, menyebut bahwa penguatan pendidikan karakter harus diimplementasikan secara nyata dalam kurikulum. Hal ini bertujuan agar para siswa dan mahasiswa terbiasa terlibat dalam pemecahan masalah sosial di lingkungan mereka, bukan justru menjadi individu yang apatis.
Kepekaan sosial ini dianggap sebagai modal penting untuk memperkuat kohesi sosial dan persatuan bangsa. Dengan adanya empati yang terbangun sejak di bangku sekolah, potensi konflik sosial dinilai dapat diredam melalui semangat solidaritas.
Tantangan di Era Digital Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR ini menyoroti dampak digitalisasi yang cenderung membuat individu lebih fokus pada diri sendiri. Institusi pendidikan diharapkan mampu menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan interaksi sosial secara langsung.
“Di era teknologi ini, seringkali kita terjebak dalam dunia masing-masing. Di sinilah lembaga pendidikan harus hadir untuk mengingatkan kembali pentingnya gotong-royong dan kebersamaan,” tambahnya.
Kolaborasi Seluruh Pihak Lestari juga mengajak para pendidik, orang tua, dan pemerintah untuk berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. Pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai sosial diyakini akan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang bijaksana dan amanah.
Ia berharap, institusi pendidikan di seluruh pelosok Indonesia mulai menggalakkan program-program pengabdian masyarakat yang kreatif agar kepekaan sosial tumbuh menjadi budaya bangsa.
Membangun Masa Depan Bangsa Menutup pernyatannya, Lestari menegaskan bahwa investasi terbaik bagi bangsa adalah membangun manusia yang utuh. Pendidikan yang peka secara sosial akan menjadi benteng pertahanan bagi kedaulatan bangsa dalam menghadapi tantangan global.
“Kita tidak hanya mencetak pekerja, tapi kita sedang mencetak warga negara yang mencintai tanah airnya melalui tindakan nyata bagi sesama,” pungkasnya.



Leave a Reply