WartaPendidikan.co.id,Kerinci – Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci terus melakukan terobosan untuk meningkatkan mutu pendidikan non-formal di wilayahnya. Langkah terbaru, pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) resmi digulirkan sebagai strategi utama untuk memajukan pendidikan kesetaraan, seperti program Paket A, B, dan C.
Pelatihan ini dinilai sangat krusial agar para lulusan pendidikan kesetaraan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga menguasai kompetensi digital yang mumpuni. Di tengah era transformasi digital, kemahiran mengoperasikan perangkat teknologi menjadi syarat mutlak untuk menembus dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pihak Dinas Pendidikan menekankan bahwa standar kualitas pendidikan kesetaraan di Kerinci harus setara dengan pendidikan formal, termasuk dalam hal akses teknologi.
“Pelatihan TIK ini adalah langkah strategis kami. Kita ingin memastikan warga belajar di pendidikan kesetaraan di Kerinci memiliki daya saing yang sama kuatnya dengan sekolah formal,” ungkap perwakilan Disdik Kerinci.
Fokus pada Kapasitas Tutor dan Warga Belajar Program pelatihan ini menyasar para tutor di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta para warga belajar. Para tutor dibekali kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar, sementara warga belajar dilatih keterampilan dasar hingga menengah dalam penggunaan aplikasi perkantoran dan internet sehat.
Dengan tutor yang melek digital, diharapkan proses transfer ilmu menjadi lebih interaktif dan menarik bagi para peserta didik kesetaraan.
Dukungan Infrastruktur Digital Selain pelatihan, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga mulai memperhatikan ketersediaan perangkat TIK di setiap PKBM. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa ilmu yang didapat selama pelatihan dapat langsung dipraktikkan oleh para peserta secara berkelanjutan.
Digitalisasi pendidikan kesetaraan ini juga diharapkan dapat mempermudah proses administrasi dan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer yang kini menjadi standar evaluasi pendidikan.
Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Penguatan pendidikan kesetaraan berbasis teknologi ini merupakan bagian dari visi besar Pemkab Kerinci dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dengan memberikan bekal keterampilan praktis, angka pengangguran diharapkan dapat ditekan melalui lulusan yang siap kerja atau berwirausaha secara mandiri.
“Kita ingin menghapus stigma bahwa pendidikan kesetaraan itu ‘kelas dua’. Dengan penguasaan TIK, mereka justru bisa lebih unggul dan adaptif,” tambahnya.
Respons Positif PKBM se-Kerinci Sejumlah pengelola PKBM menyambut antusias program ini. Mereka menilai pelatihan TIK sangat membantu dalam memodernisasi cara belajar yang selama ini masih bersifat konvensional. Kehadiran teknologi dinilai mampu memicu motivasi warga belajar untuk menyelesaikan pendidikannya hingga tuntas.
Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen untuk menjadikan program ini sebagai agenda rutin tahunan dengan cakupan materi yang terus diperbarui sesuai dengan tren teknologi terkini.



Leave a Reply