WartaPendidikan.co.id, Jakarta – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) memberikan penekanan khusus pada peringatan Hari Kartini tahun ini. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pendidikan bagi perempuan merupakan pilar utama dalam menghapuskan segala bentuk diskriminasi dan kekerasan gender di Indonesia.

Wamen HAM menilai, semangat yang diusung R.A. Kartini seabad yang lalu harus diterjemahkan sebagai akses tanpa batas bagi perempuan untuk meraih jenjang pendidikan setinggi mungkin. Menurutnya, perempuan yang terdidik adalah kunci bagi kemajuan bangsa sekaligus garda terdepan dalam penegakan HAM di lingkungan terkecil, yakni keluarga.

Pemerintah terus berupaya memastikan bahwa tidak ada lagi hambatan bagi perempuan, baik di kota besar maupun di pelosok, untuk mendapatkan hak dasar mereka di bidang edukasi.

“Pendidikan bagi perempuan bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Melalui pendidikan, perempuan memiliki kemandirian dan keberanian untuk melawan ketidakadilan,” ujar Wamen HAM dalam keterangannya.

Pendidikan sebagai Alat Pemberdayaan Lebih lanjut, Wamen HAM menyoroti bahwa literasi dan edukasi akan memberikan posisi tawar yang kuat bagi perempuan dalam dunia kerja maupun politik. Ia berharap ke depan semakin banyak perempuan Indonesia yang menempati posisi strategis sebagai penentu kebijakan yang sensitif terhadap hak-hak perempuan dan anak.

Wamen HAM juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas gelar akademik, tetapi juga mencakup pemahaman mengenai hak-hak hukum. Dengan begitu, perempuan tidak mudah menjadi korban eksploitasi.

Tantangan di Wilayah 3T Meskipun angka partisipasi pendidikan perempuan terus meningkat, Wamen HAM mengakui masih ada tantangan besar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Faktor ekonomi dan budaya di beberapa daerah terkadang masih menempatkan pendidikan perempuan sebagai prioritas kedua setelah laki-laki.

Baca juga :  Perkuat Kualitas Layanan Anak Usia Dini, Tim Pokja Bunda PAUD TTU Turun Gunung ke Miomaffo Barat

“Kita harus mendobrak stigma bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi. Di Hari Kartini ini, kita tegaskan kembali bahwa kecerdasan perempuan adalah investasi terbesar negara,” tambahnya.

Sinergi Lintas Sektoral Kementerian HAM berkomitmen untuk bersinergi dengan kementerian terkait guna memperkecil celah kesenjangan pendidikan. Program-program beasiswa khusus dan pelatihan keterampilan bagi perempuan di daerah marginal akan terus ditingkatkan sebagai bentuk implementasi nyata dari semangat emansipasi.

Wamen HAM mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada anak-anak perempuan Indonesia agar berani bermimpi dan mengejar cita-citanya.

Refleksi di Hari Kartini Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum refleksi bahwa perjuangan belum usai. Wamen HAM mengajak semua pihak menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama untuk memerdekakan perempuan dari kebodohan dan kemiskinan.

“Kartini telah membuka pintu, tugas kita adalah memastikan bahwa seluruh perempuan Indonesia bisa melangkah melewati pintu tersebut dengan kepala tegak dan bekal ilmu yang mumpuni,” pungkasnya.