WartaPendidikan.co.id, Barabai – Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Tengah (HST) bersama Dinas Pendidikan setempat melakukan langkah kreatif dalam menanamkan kesadaran hukum bagi generasi muda. Lewat program bertajuk “Wisata Hukum”, para pelajar diajak untuk mengenal lebih dekat tugas dan fungsi institusi kejaksaan dalam suasana yang santai namun edukatif.

Program ini dirancang untuk menghapus kesan kaku dan menakutkan pada lembaga penegak hukum. Alih-alih hanya duduk mendengarkan ceramah di kelas, para siswa diajak berkeliling langsung ke kantor Kejari untuk melihat proses kerja jaksa hingga mengenal berbagai jenis pelanggaran hukum yang sering terjadi di masyarakat.

Kejari HST menilai, pengenalan hukum sejak dini sangat krusial sebagai langkah preventif dalam menekan angka kenakalan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba hingga perundungan (bullying).

“Kami ingin para pelajar tidak hanya tahu hukum, tapi juga sadar hukum. Lewat Wisata Hukum ini, kita mengenalkan profesi jaksa sekaligus memberikan edukasi mengenai batasan-batasan hukum yang berlaku,” ujar pihak Kejari HST dalam keterangannya.

Edukasi di Balik Meja Hijau Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para siswa diberikan kesempatan untuk melihat ruang pemeriksaan hingga simulasi persidangan singkat. Materi yang disampaikan pun dikemas dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh kalangan remaja.

Dinas Pendidikan HST memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Menurut Disdik, sinergi dengan aparat penegak hukum sangat membantu sekolah dalam membentuk karakter siswa yang disiplin dan taat aturan.

Mencegah Pelanggaran Hukum Sejak Dini Selain mengenal profesi jaksa, fokus utama program Wisata Hukum ini adalah memberikan pemahaman mengenai sanksi hukum dari tindakan-tindakan negatif. Hal ini diharapkan dapat memberikan efek jera secara psikologis sekaligus membentengi siswa dari pengaruh pergaulan bebas.

Baca juga :  Peluang Kuliah di Kampus Pinang Masak: Simak Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru UNJA 2026/2027

“Target kita adalah menciptakan generasi yang bangga menjadi warga negara yang patuh hukum. Pendidikan karakter harus dimulai dari pemahaman terhadap aturan yang ada,” tambahnya.

Respons Positif Pihak Sekolah Sejumlah guru dan siswa menyambut antusias kegiatan ini. Banyak siswa yang mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di kantor kejaksaan dan merasa terinspirasi untuk mengejar karier di bidang hukum setelah melihat langsung proses kerja para jaksa.

Kejari HST berencana menjadikan agenda ini sebagai program rutin yang menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Hulu Sungai Tengah.

Harapan untuk Masa Depan HST Melalui Wisata Hukum, Kejari dan Disdik HST berharap angka pelanggaran hukum yang melibatkan anak di bawah umur dapat ditekan secara signifikan. Sinergi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas instansi sangat diperlukan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan bermartabat.

“Kalau mereka sudah kenal hukum dari sekolah, harapannya nanti saat dewasa mereka menjadi warga masyarakat yang bijak dan sadar akan hak serta kewajibannya,” pungkasnya.