WartaPendidikan.co.id,  SURABAYA – Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, memberikan pesan mendalam kepada seluruh kepala sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap praktik perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Khofifah menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar sebagai manajer sekaligus teladan dalam memastikan sekolah menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk berkembang.

Dalam arahannya, Khofifah menyoroti bahwa tindakan bullying bukan sekadar masalah kenakalan remaja biasa, melainkan ancaman serius bagi kesehatan mental dan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, kepala sekolah diminta untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga aktif membangun sistem deteksi dini guna mencegah terjadinya kekerasan fisik maupun verbal di sekolah yang mereka pimpin.

Selain pencegahan bullying, penguatan nilai-nilai integritas juga menjadi poin utama yang ditekankan. Khofifah menilai bahwa kejujuran dan etika harus menjadi fondasi dalam setiap aktivitas di sekolah, mulai dari proses belajar mengajar hingga pelaksanaan ujian. Penanaman karakter yang kuat sejak dini dianggap sebagai modal utama bagi siswa untuk menjadi pribadi yang tangguh dan memiliki prinsip moral yang baik di masa depan.

Upaya menciptakan ekosistem sekolah yang sehat ini memerlukan kolaborasi erat antara pihak sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar. Kepala sekolah diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang transparan sehingga setiap permasalahan yang muncul dapat diselesaikan secara persuasif dan edukatif. Dengan pendekatan yang humanis, diharapkan tidak ada lagi siswa yang merasa terancam atau terkucilkan di lingkungan tempat mereka menimba ilmu.

Khofifah optimistis bahwa dengan kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan berintegritas, kualitas pendidikan di Jawa Timur akan terus meningkat secara merata. Pendidikan karakter yang dibarengi dengan komitmen anti-perundungan akan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap sesama. Semangat ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi emas Indonesia yang unggul dan berakhlak mulia.

Baca juga :  BEM UI Pasang Badan Kawal Kasus Pelecehan di FH UI, Desak Sanksi Tegas dan Audit Investigasi