WartaPendidikan.co.id, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) secara resmi menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh program bantuan pendidikan agar tersalurkan secara tepat sasaran pada tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap alokasi dana yang ditujukan untuk sektor pendidikan benar-benar diterima oleh siswa dan mahasiswa yang memenuhi kriteria, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Pemprov Kalteng kini menerapkan sistem verifikasi data yang lebih ketat dan terintegrasi dengan data kependudukan terkini. Dengan pemanfaatan teknologi informasi, celah terjadinya duplikasi data atau salah sasaran dapat diminimalisir secara signifikan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa tidak ada lagi kendala administratif yang menghambat hak para pelajar untuk mendapatkan dukungan finansial dalam menempuh pendidikan.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan dari APBD untuk pendidikan memberikan dampak nyata. Pengawasan akan diperketat mulai dari tingkat sekolah hingga dinas terkait agar distribusi bantuan ini benar-benar objektif dan transparan,” ujar perwakilan pemerintah daerah dalam keterangan persnya di Palangka Raya.

Selain penguatan sistem data, Pemprov Kalteng juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat jika menemukan indikasi ketidaksesuaian dalam penyaluran bantuan. Partisipasi aktif warga dinilai sangat penting sebagai fungsi kontrol sosial untuk menjaga integritas program pemerintah. Hal ini sejalan dengan visi misi gubernur dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani, khususnya di sektor SDM.

Diharapkan dengan kepastian bantuan yang tepat sasaran ini, angka putus sekolah di Kalimantan Tengah dapat ditekan seminimal mungkin. Pemerintah optimistis bahwa pemerataan akses pendidikan akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah di masa depan. Fokus pada kualitas dan keadilan distribusi bantuan pendidikan ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda Kalteng yang cerdas, kompetitif, dan siap membangun daerah.

Baca juga :  Bahas Isu Strategis, Prabowo dan Macron Perkuat Sinergi Sektor Energi Hijau dan Pendidikan