WartaPendidikan.co.id, Paris – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Pertemuan yang berlangsung secara tertutup atau “empat mata” tersebut berjalan cukup lama, yakni sekitar dua jam, guna membahas sejumlah agenda strategis lintas sektor.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara fokus pada penguatan kerja sama di sektor energi dan pendidikan. Prabowo dan Macron tampak menunjukkan kedekatan diplomatik yang erat saat mendiskusikan keberlanjutan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis di masa depan.

Kerja sama energi, khususnya transisi menuju energi hijau dan terbarukan, menjadi salah satu poin utama dalam pembahasan maraton tersebut.

“Pertemuan berlangsung produktif selama kurang lebih dua jam. Presiden Prabowo dan Presiden Macron membahas penguatan kemitraan strategis, terutama di bidang energi dan peningkatan kualitas pendidikan,” demikian informasi yang dihimpun terkait pertemuan tersebut, Kamis (16/4/2026).

Fokus pada Ketahanan Energi dan Teknologi Prabowo menekankan pentingnya dukungan teknologi dari Prancis untuk mendukung kemandirian energi di Indonesia. Keduanya menjajaki peluang investasi baru dalam pengembangan infrastruktur energi ramah lingkungan yang tengah menjadi prioritas pemerintah Indonesia.

Prancis, sebagai salah satu pemimpin teknologi energi di Eropa, menyambut baik visi Indonesia dan berkomitmen untuk memperluas kemitraan teknis maupun pendanaan di sektor tersebut.

Akselerasi Kualitas Pendidikan Selain energi, sektor pendidikan menjadi perhatian serius dalam obrolan dua jam tersebut. Prabowo mendorong adanya peningkatan jumlah pertukaran mahasiswa serta kerja sama riset antara universitas-universitas ternama di Prancis dengan institusi pendidikan di Indonesia.

Langkah ini diambil guna mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui akses pendidikan kelas dunia. Macron pun merespons positif dengan menjanjikan kemudahan akses bagi pelajar Indonesia yang ingin mendalami sains dan teknologi di Prancis.

Baca juga :  Muslimat NU di Usia Delapan Dekade: Terus Berinovasi Mencetak Generasi Cerdas Berakhlak Mulia

Kemitraan Strategis yang Solid Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari hubungan baik yang telah terjalin lama antara Prabowo dan Macron. Keduanya sepakat bahwa stabilitas di kawasan Indo-Pasifik serta penguatan ekonomi global memerlukan kolaborasi erat antara negara-negara besar seperti Indonesia dan Prancis.

Meski berlangsung lama, suasana pertemuan disebut sangat hangat dan penuh keakraban, mencerminkan rasa saling menghormati antara kedua kepala negara.

Usai pertemuan, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan rangkaian agenda kunjungannya di Eropa sebelum bertolak kembali ke tanah air. Pertemuan 120 menit di Paris ini diharapkan segera membuahkan hasil konkret melalui nota kesepahaman (MoU) di tingkat kementerian teknis.