WartaPendidikan.co.id, BANDA ACEH – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menegaskan bahwa penyelenggaraan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2026 akan difokuskan sebagai instrumen utama untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi evaluasi pendidikan nasional yang lebih menekankan pada kemampuan penalaran kritis daripada sekadar hafalan materi.

Dalam keterangannya di Jakarta, Mendikdasmen menjelaskan bahwa TKA 2026 dirancang untuk memetakan kualitas pendidikan di berbagai daerah secara lebih akurat dan objektif.

Bukan Sekadar Ujian Kelulusan Berbeda dengan pola ujian tradisional, TKA 2026 diarahkan untuk melihat sejauh mana siswa mampu memahami teks (literasi) dan mengaplikasikan konsep angka dalam kehidupan sehari-hari (numerasi). Hal ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tingkat internasional, seperti dalam standar PISA (Programme for International Student Assessment).

“TKA 2026 bukan sekadar rutinitas ujian, melainkan alat diagnosa untuk mengukur kemampuan dasar siswa. Fokus kita adalah literasi dan numerasi, karena dua aspek inilah fondasi utama dalam penguasaan ilmu pengetahuan lainnya,” ujar Mendikdasmen.

Data untuk Perbaikan Mutu Hasil dari TKA 2026 nantinya akan menjadi basis data bagi pemerintah untuk melakukan intervensi kebijakan pendidikan. Daerah yang memiliki skor literasi atau numerasi rendah akan mendapatkan pendampingan khusus, mulai dari pelatihan guru hingga perbaikan sarana perpustakaan dan laboratorium.

Mendikdasmen juga mengimbau pihak sekolah dan orang tua agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada siswa menjelang TKA. Alih-alih melakukan drilling soal, sekolah diharapkan lebih kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang merangsang daya nalar dan logika berpikir siswa.

Infrastruktur Digital Siap Mendukung Pemerintah memastikan bahwa pelaksanaan TKA 2026 akan didukung oleh infrastruktur teknologi yang mumpuni. Ujian berbasis komputer ini diharapkan dapat meminimalisir kecurangan dan mempercepat proses pengolahan data hasil tes secara transparan.

Baca juga :  Target Tuntas Juli! Bakri HM Minta Proyek Sekolah Rakyat Jambi Dikebut Demi Rakyat

Dengan penguatan literasi dan numerasi melalui TKA 2026, Kemendikdasmen optimistis kualitas lulusan sekolah di Indonesia akan semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja dan pendidikan tinggi yang kian kompetitif.