WartaPendidikan.co.id, Jambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun karakter generasi muda yang sadar hukum. Kali ini, Wakil Wali Kota (Wawako) Jambi menggandeng Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) untuk menyelenggarakan program penguatan kapasitas HAM yang menyasar para pelajar di Kota Jambi.
Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam mengenai nilai-nilai kemanusiaan serta batasan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Wawako Jambi menegaskan bahwa pemahaman HAM di tingkat sekolah sangat krusial untuk meminimalisir praktik diskriminasi dan perundungan (bullying) yang kerap terjadi di kalangan remaja.
Kehadiran perwakilan dari Kementerian HAM dalam agenda ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih humanis.
“Kami ingin para pelajar di Kota Jambi tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Melalui kerja sama dengan Kementerian HAM ini, kita tanamkan nilai saling menghargai sejak dini,” ujar Wakil Wali Kota Jambi dalam sambutannya, Jumat (17/4/2026).
Wawako Jambi: Sekolah Harus Jadi Zona Aman Dalam arahannya, Wawako Jambi menyoroti pentingnya peran sekolah sebagai tempat yang aman bagi setiap siswa untuk berekspresi tanpa rasa takut. Ia meminta seluruh elemen sekolah, mulai dari guru hingga tenaga kependidikan, untuk aktif menginternalisasi nilai-nilai HAM dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut Wawako, pemahaman HAM bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan praktik nyata dalam menghormati perbedaan pendapat dan latar belakang antar sesama rekan sejawat.
“Sekolah harus menjadi zona integritas dan ramah HAM. Dengan pembekalan ini, siswa diharapkan bisa saling menjaga, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.
Respons Positif dan Sinergi Kementerian Pihak Kementerian HAM memberikan apresiasi atas inisiatif cepat yang diambil Pemkot Jambi. Program ini dinilai sebagai langkah preventif yang efektif untuk menekan angka kekerasan di lingkungan pendidikan. Pelatihan yang diberikan mencakup materi tentang hak-hak anak, perlindungan diri, hingga tata cara pelaporan jika terjadi pelanggaran HAM di sekolah.
Wawako Jambi memastikan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti sebagai seremoni belaka, melainkan akan dilakukan secara berkala dan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan di Kota Jambi.
Harapan untuk Kota Layak Anak Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari upaya Wawako Jambi untuk terus meningkatkan indeks Kota Layak Anak (KLA). Dengan pelajar yang melek HAM, citra Kota Jambi sebagai kota yang ramah, aman, dan beradab akan semakin kokoh di level nasional.
“Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas SDM kita. Jika pelajar kita paham HAM, masa depan Jambi akan diisi oleh pemimpin-pemimpin yang adil dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” pungkas Wawako.



Leave a Reply