WartaPendidikan.co.id, Jambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus memperkuat kemandirian fiskal dengan memacu kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga akhir Triwulan I (31 Maret 2026), realisasi pendapatan Kota Jambi tercatat telah menyentuh angka Rp130 miliar.

Angka tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi penerimaan retribusi Triwulan I Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (05/05/2026). Rapat strategis ini juga membahas penyusunan proyeksi target retribusi untuk tahun 2027.

Wali Kota Maulana menegaskan, optimalisasi sektor pajak menjadi keharusan seiring dengan berkurangnya dukungan fiskal dari pusat melalui skema Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).

“Kami berupaya mempermudah pelayanan publik agar sektor pajak terus meningkat. Salah satunya dengan memberikan diskon pembayaran PBB-P2 dan pembebasan denda selama periode HUT Kota Jambi. Kami juga telah berkoordinasi dengan Samsat untuk mendorong kenaikan penerimaan,” ujar Maulana.

Selain pajak, Pemkot Jambi kini membidik pemanfaatan aset daerah yang belum optimal. Maulana menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengakselerasi kerja sama dengan pihak ketiga.

“Aset yang belum teroptimalkan akan kita sewakan kepada pihak ketiga. Tentunya dengan mekanisme dan perhitungan yang jelas sesuai regulasi dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL),” tegasnya.

Terkait sektor retribusi, Maulana mengakui adanya pergeseran struktur, terutama pada bidang kesehatan yang kini mayoritas telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Meski demikian, pertumbuhan pendapatan BLUD akan tetap dipantau secara ketat sebagai bagian dari kontribusi daerah.

Sementara itu, Kepala BPPRD Kota Jambi, Ardi, mengungkapkan bahwa meski PAD secara umum menunjukkan tren positif—bahkan melampaui 100 persen pada tahun 2025—sektor retribusi masih menghadapi tantangan teknis.

Baca juga :  REKOR NASIONAL! Kota Jambi Puncaki Daftar Kota Sehat, Walikota Maulana Bawa Pulang Swasti Saba Wistara

“Rata-rata retribusi mengalami penurunan akibat kendala di beberapa sektor, seperti parkir tepi jalan, pengelolaan sampah, pelayanan pasar, hingga pemakaian kekayaan daerah. Kami akan melakukan penetrasi untuk percepatan di sektor-sektor tersebut agar target tetap tercapai,” pungkas Ardi. (Amel)