WARTAPENDIDIKAN.CO.ID, KERINCI – Tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Jambi (UNJA), memberikan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kepada guru SDN 128/III Jernih Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) ini mengusung tema “Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Gamma AI dalam Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Kerinci untuk Meningkatkan Keterampilan Digital Guru Sekolah Dasar”.
Pelatihan tersebut bertujuan memperkuat keterampilan digital guru, khususnya dalam memanfaatkan teknologi AI generatif untuk mengembangkan bahan ajar yang kreatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Kegiatan dipimpin oleh Andi Gusmaulia Eka Putri, M.Pd., selaku ketua tim pengabdian, bersama anggota tim Febby Ayuni Esya Putri, M.Pd., Resyarusyda Parandrengi, S.Pd., M.Pd., Ditia Erika Febriani, M.Pd., serta Isnania, S.Pd., M.Pd.
“Materi mengenai pemanfaatan Gamma AI, prompt engineering, dan pengembangan bahan ajar digital berbasis kearifan lokal,” ujar Andi selaku ketua tim.
Pelatihan ini diikuti oleh 12 guru dan dibuka secara resmi oleh Kepala SDN 128/III Jernih Jaya, Depis Sarjoni, S.Pd.

Integrasikan Kearifan Lokal Kerinci dalam Pembelajaran
Pelatihan ini dilatarbelakangi kebutuhan guru untuk mengembangkan bahan ajar digital yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sesuai dengan karakteristik lingkungan dan budaya setempat.
Kabupaten Kerinci memiliki beragam potensi lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, mulai dari lingkungan alam, perkebunan teh, pertanian, budaya, hingga kehidupan masyarakat.
Potensi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam bahan ajar agar proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
“Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan pada konsep AI generatif dalam dunia pendidikan, pemanfaatan platform Gamma AI, serta teknik prompt engineering atau penyusunan instruksi yang jelas dan terarah untuk menghasilkan materi menggunakan sistem AI,” jelas Andi.
Guru juga mendapatkan pendampingan praktik dalam menyusun bahan ajar digital dengan memasukkan unsur kearifan lokal Kerinci.
Melalui praktik tersebut, guru diarahkan agar tidak sekadar menggunakan hasil yang dihasilkan AI, tetapi juga memeriksa, menyunting, dan menyesuaikannya dengan tujuan pembelajaran, kurikulum, karakteristik peserta didik, serta ketepatan isi materi.
Dorong Guru Lebih Terampil Memanfaatkan Teknologi Digital
Melalui pelatihan dan pendampingan ini, para guru diharapkan semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan bahan ajar secara mandiri.
Produk bahan ajar yang dikembangkan diharapkan dapat membantu guru menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan nyata siswa, sekaligus memperkenalkan dan memperkuat apresiasi terhadap kearifan lokal Kerinci.
“Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara Universitas Jambi dan satuan pendidikan dalam mendukung transformasi digital di lingkungan sekolah dasar,” jelas Andi.
Ke depan, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh para guru. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat berjalan beriringan dengan pembelajaran yang kontekstual serta tetap berakar pada budaya dan potensi lokal setempat.



Leave a Reply